Pendidikan

Raih IPK Sempurna di Unwahas, Anak Penjual Mie Ayam Ini Sempat Magang di 4 Kota!

×

Raih IPK Sempurna di Unwahas, Anak Penjual Mie Ayam Ini Sempat Magang di 4 Kota!

Sebarkan artikel ini
anak penjual mie ayam semarang
Sabila dan kedua orang tuanya usai pengambilan sumpah apoteker pada Sabtu, 15 Maret 2025. (Dokumentasi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sabila Rusdiana, mahasiswa lulusan profesi Apoteker di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4.0.

Ia menjadi lulusan profesi Apoteker Unwahas pertama dalam sejarah yang meraih IPK 4.0. Uniknya, Sabila lahir dari keluarga sederhana.

Ayah Sabila sehari-hari bekerja sebagai penjual mie ayam di sekitar kampus Unwahas. Bahkan sang ayah juga sering mangkal di Gedung Dekanat Unwahas. Hal itu pula yang menjadi alasan Sabila meneruskan pendidikannya di Unwahas.

“Ayah saya penjual mie ayam keliling, sering melintas di kampus sehingga kami sangat mengenal lingkungan kampus yang baik berserta perkembanganya,” kata Sabila kepada awak media, Kamis, 20 Maret 2025.

BACA JUGA: Kisah Aura, Mahasiswi Unwahas Semarang yang Jadi Peran Utama dalam Konser Arasy Cinta bersama Kang Ubay

Sebelumnya, Sabila merupakan lulusan S1 Farmasi Unwahas pada tahun 2023 lalu. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang profesi Apoteker di Unwahas dan lulus pada tahun 2025 ini.

Sabila dan 98 mahasiswa lainnya baru saja melakukan sumpah apoteker pada Sabtu, 15 Maret 2025 kemarin.

Sabila menjelaskan, kesuksesanya dalam meraih IPK sempurna tidak terlepas dari doa restu kedua orang tua. Selain itu, ia juga serius dalam melewati tuhas seperti pengalaman magang.

“Sebelumnya saya tidak pernah jauh dari orang tua, pas magang saya harus jauh bahkan tinggal di kos yang sebelumnya sama sekali saya tidak pernah,” ucapnya.

Jaga nilai sempurna di Unwahas saat sibuk magang

Tak tanggung-tanggung, Sabila menjalani magang selama delapan bulan penuh di empat kota. Selama delapan bulan itu, ia magang di enam tempat berbeda-beda.

Di sela-sela kesibukan magang tersebut, Sabila terus belajar dan menyusun laporan sehingga sangat menyita waktu istrirahatnya.

“Hal tersebut sekaligus menjadi tantangan yang menyenangkan, karena saya bertemu dengan banyak orang baru sehingga sekaligus saya harus beradaptasi dengan suasana yang baru juga,” ujar Sabila.