SEMARANG, beritajateng.tv – Berpuasa di bulan suci Ramadhan merupakan salah satu kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia.
Namun terkadang ada beberapa hal yang membuat seseorang menjadi tidak bisa melaksanakan ibadah tersebut.
Sepertihalnya sakit, melahirkan dan alasan lainnya yang tergolong boleh untuk tidak berpuasa.
BACA JUGA: Kapan Awal Puasa Ramadhan Tahun 2026? Begini Tahapan dalam Menentukannya
Kali ini beritajateng.tv akan bagikan informasi seputar beberapa cara untuk mengganti puasa dengan menggunakan metode fidyah.
Metode ini hanya tertuju pada beberapa golongan khusus seperti orang tua yang sudah renta, sakit dan ibu hamil atau menyusui.
Golongan di atas merupakan golongan yang apabila melaksakan ibadan puasa akan memiliki risiko yang berbahaya.
Cara Mengganti Puasa dengan Fidyah
Membayar dengan Beras
Membayar fidyah dengan menggunakan bahan makanan pokok merupakan salah satu ketentuan sebagai pengganti puasa wajib.
Di Indonesia, bahan pokok yang umumnya sering mereka gunakan untuk fidyah adalah beras.
Besaran fidyah yang keluar adalah satu mud untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Dalam ukuran gram, satu mud setara dengan sekitar 675 gram atau 6,75 ons.
Ketentuan ini merupakan ukuran yang paling banyak menjadi takaran dan sesuai dalam berbagai rujukan fikih.
Salah satunya dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Syekh Wahbah al-Zuhaili.
Sebagai contoh, apabila seseorang memiliki kewajiban mengganti puasa selama 30 hari.
Maka fidyah yang harus ia keluarkan adalah sebanyak 30 kali takaran fidyah.
Dengan ketentuan tersebut, setiap satu hari puasa yang tidak mereka kerjakan mewajibkan seseorang untuk menyerahkan 675 gram beras.
Jika jumlah puasa yang berhalangan mencapai 30 hari, maka total beras yang perlu ia keluarkan sebagai fidyah adalah sebanyak 20,25 kilogram.
Membayar dengan Uang
Fidyah juga bisa dalam bentuk uang yang nilainya sesuai dengan harga bahan makanan seperti anggur, kurma, atau jerawut, dengan takaran sebesar 1 sha’ untuk setiap hari puasa yang berhalangan. Ukuran 1 sha’ ini setara dengan sekitar 3,8 kg atau 3,25 kg.
BACA JUGA: Cek Jadwal Puasa 2026, Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H
Selain itu, fidyah dapat terbayarkan menggunakan nominal tepung atau gandum dengan ukuran setengah sha’, yakni sekitar 1,9 kg atau 1,625 kg untuk setiap hari puasa yang berhalangan.
Apabila seseorang memiliki utang puasa lebih dari satu hari, maka perhitungan fidyah dilakukan sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan secara berkelipatan.
Ketentuan ini sebagaimana dijelaskan dalam pendapat madzhab Hanafiyyah. Berikut contoh perhitungan fidyah apabila menggunakan takaran gandum. (*)





