SEMARANG, beritajateng.tv – Ramalan paranormal Dewila kembali viral di media sosial setelah wanita tersebut membahas berbagai prediksi yang berpotensi terjadi sepanjang 2026.
Mulai dari bencana alam, kondisi ekonomi, hingga gangguan kesehatan masyarakat menjadi sorotan dalam ramalannya.
Prediksi itu Dewila sampaikan melalui video unggahan kanal YouTube Ganjil Misteri baru-baru ini. Dalam tayangan tersebut, ia menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah kemungkinan yang menurutnya dapat terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Meski begitu, perlu kita pahami bahwa seluruh pernyataan Dewila merupakan pandangan pribadi yang bersifat prediktif. Hingga saat ini, tidak ada dasar ilmiah maupun keterangan resmi dari lembaga pemerintah yang mendukung klaim tersebut.
BACA JUGA: Rekomendasi 4 Film Horor Tawarkan Kisah Mirip The Conjuring Last Rites, Siap Uji Nyali
Menurut Dewila, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena sejumlah peristiwa disebut berpotensi terjadi secara beruntun. Ia menilai satu bencana dapat memicu dampak lanjutan di wilayah lain.
Salah satu hal yang menjadi sorotannya ialah potensi bencana yang berkaitan dengan unsur tanah, termasuk kemungkinan meningkatnya aktivitas gunung berapi pada periode tertentu.
Ramalan Dewila Sebut Jawa Tengah dan Jawa Timur Perlu Waspada
Dalam pemaparannya, Dewila menyinggung beberapa wilayah di Pulau Jawa yang menurut intuisi pribadinya memiliki energi alam cukup kuat.
“Bersiaplah untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Kita hanya bisa berdoa dan meningkatkan kewaspadaan karena alam memiliki caranya sendiri untuk mengingatkan manusia,” ujar Dewila, seperti beritajateng.tv kutip dari kanal YouTube Ganjil Misteri, Kamis 9 Juli 2026.
Ia menyebut Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai daerah yang ternilai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas alam, termasuk potensi erupsi gunung berapi.
Namun, Dewila tidak menjelaskan dasar ilmiah maupun data pendukung atas pernyataan tersebut.
Selain membahas potensi bencana alam, ia juga menyinggung kemungkinan munculnya penyakit yang dapat menyerang masyarakat secara tiba-tiba. Lagi-lagi, klaim tersebut tidak beserta penjelasan medis maupun hasil kajian ilmiah.





