Jumlahnya ada enam, masing- masing tiga berupa tombak, yang dua di antaranya berupa trisula.
“Sedangkan tiga pusaka lainnya berupa tiga bilah keris (tosan aji),” jelasnya.
Prosesi jamasan terawali dari sebilah keris pusaka peninggalan Bupati Semarang pertama, Ki Ageng Pandanaran II.
“Kemudian baru pusaka lainnya,” tambah Sutikno. (*)





