SEMARANG, beritajateng.tv – Enam pusaka peninggalan Bupati Semarang pertama, Ki Ageng Pandanaran II dijamas berlangsung di pendopo rumah dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat 14 Februari 2025.
Kegiatan jamasan pusaka ini menjadi salah satu rangkaian dari peringatan HUT Kabupaten Semarang ke-504. Acara yang Pemkab Semarang gelar di tahun 2025 ini.
Merangkai acara jamasan pusaka Kabupaten Semarang ini, sebelumnya juga terdapat kirab Merti Bumi Serasi (MBS), prosesi lung tinampi serta wilujengan atau doa bersama lintas agama.
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha menyampaikan, jamasan pusaka ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT Kabupaten Semarang ke-504.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Beberapa Rangkaian HUT Kabupaten Semarang ke-504 Terancam Batal
Rangkaian acara peringatan HUT ke-504 Kabupaten Semarang terawali dengan kegiatan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran I dan Ki Ageng Pandanaran II.
Kemudian kegiatan napak tilas bekas rumah dinas Bupati Semarang sementara pada saat agresi militer II tahun 1947, di Dusun Paseban, Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kamis, 13 Februari 2025 malam.
Kirab MBS berlangsung pagi ini. Acara itu membawa tirto perwita sari (air suci) dari Desa Pager melalui 19 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.
“Tirta perwita sari ini dikirab untuk disatukan dengam air suci dari 19 mata air di setiap kecamatan yang selanjutnya digunakan untuk jamasan pusaka Kabupaten Semarang,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan, kegiatan wilujengan yang terwujudkan melalui doa lintas agama. Hal ini agar Kabupaten Semarang senantiasa ayem, tentrem, gemah ripah lohjinawi.
Selain itu, Kabupaten Semarang senantiasa di berkahi, kondusif dan aman. “Sehingga ke depan Kabupaten Semarang semakin maju, berkembang dan semakin sejahtera,” tegas Ngesti.
Sementara itu, Penjamas Pusaka Kabupaten Semarang, AM Sutikno menyampaikan, pusaka yang di jamas merupakan peninggalan Ki Ageng Pandanaran II atau Bupati Semarang pertama.
BACA JUGA: Ada Efisiensi Anggaran, Kirab Budaya HUT ke-504 Kabupaten Semarang Tahun Ini Terancam Batal
Jumlahnya ada enam, masing- masing tiga berupa tombak, yang dua di antaranya berupa trisula.
“Sedangkan tiga pusaka lainnya berupa tiga bilah keris (tosan aji),” jelasnya.
Prosesi jamasan terawali dari sebilah keris pusaka peninggalan Bupati Semarang pertama, Ki Ageng Pandanaran II.
“Kemudian baru pusaka lainnya,” tambah Sutikno. (*)





