UNGARAN, beritajateng.tv – Rangkaian peringatan hari jadi (HUT) ke-504 Kabupaten Semarang tahun 2025 ini terancam tanpa kemeriahan kegiatan pawai atau kirab budaya.
Adanya instruksi efisiensi anggaran bagi berbagai kegiatan yang bersifat seremonial di tingkat pusat hingga daerah pun menjadi pertimbangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, mengungkapkan bahwa mengacu petunjuk Pemerintah Pusat, efisiensi anggaran juga berlaku bagi daerah.
BACA JUGA: Tetap Ada Pawai Arak-arakan, Begini Prosesi Dugderan Semarang 2025 Di Tengah Efisiensi Anggaran
Selain anggaran perjalanan dinas dan belanja ATK, efisiensi anggaran juga berlaku untuk berbagai kegiatan pemerintahan yang bersifat seremonial.
Terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-504 Kabupaten Semarang, Djarot menyampaikan ada beberapa kegiatan yang kemungkinkan tak dapat terlaksana.
“Untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya sakral masih bisa dan sebagian telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Semarang kali ini,” tutur Djarot.
BACA JUGA: Efisiensi Pengeluaran Anggaran, Pemkab Semarang Tiadakan Rapat Tatap Muka: Beralih ke Online
Misalnya, kata Djarot, seperti ziarah makam Ki Ageng Pandanaran I di Kota Semarang dan Sunan Pandanaran II di Bayat, Kabupaten Klaten; Napak Tilas Kabupaten Semarang; Susuk Wangan; serta jamasan pusaka.
Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan yang memang sifatnya perayaan, seperti kirab budaya, pelaksanaannya masih menjadi pertimbangan.
“Kecuali jika memang ada pihak ketiga yang mau mendukung sekaligus membiayai kebutuhan kegiatan kirab budaya tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Semarang telah merilis jadwal rangkaian kegiatan HUT ke-504 Kabupaten Semarang tahun 2025.
Berdasarkan jadwal tersebut, agenda kirab budaya HUT ke-504 Kabupaten Semarang rencananya bakal berlangsung pada Kamis, 17 April 2025 mendatang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





