Jateng

Rantau ke Semarang, Pemilik Warung Makan Asal Jatim Gratisi Perantau Terimbas Bencana Sumatera

×

Rantau ke Semarang, Pemilik Warung Makan Asal Jatim Gratisi Perantau Terimbas Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
Sumatera Bencana
Dani Ramadhan (38) saat beraktivitas di tempat usahanya, warung makan Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau, di Gedanganak, Ungaran Timur. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Empati dan kepedulian terhadap ribuan warga terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh terus berdatangan dari berbagai pihak.

Di Ungaran, Kabupaten Semarang, empati dan kepedulian ini datang dari Dani Ramadhan (38), pemilik usaha warung makan Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau.

Warung makan di Jalan Bali Raya, Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, ini menggratiskan makan bagi perantau asal Sumatera Utara, Nias, dan Aceh.

Tak hanya itu, Dani juga membuka pengumpulan donasi dan bantuan bagi para korban bencana banjir yang terjadi di Sumatera, baru-baru ini.

BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa Perantau di Semarang Terimbas Bencana Sumatera: Sulit Kontak Ortu, Nunggak Kos-UKT

Beritajateng.tv temui di tempat usahanya, pria asal Jawa Timur ini mengaku rasa empatinya muncul saat warung makannya kedatangan seorang mahasiswi asal Nias.

Semula ia mengira mahasiswi tersebut merupakan salah satu pelanggan yang hendak makan di warung makan yang ia kelola tersebut.

Namun, ternyata gadis itu tengah bersedih lantaran keluarganya menjadi korban bencana di Nias. Meski keluarganya selamat, tetapi lingkungannya hancur.

“Karena hal itu, mahasiswi tersebut sampai tidak punya selera makan,” jelas Dani di sela aktivitasnya melayani sejumlah pelanggan, Senin, 8 Desember 2025 petang.

Empati kepada perantau terdampak bencana Sumatera

Sebagai sesama perantau, Dani pun bisa merasakan apa yang mahasiswi tersebut rasakan. Hingga akhirnya rasa empati dan keinginan untuk bisa membantu pun muncul.

Lalu muncul pula inisiatif melakukan aksi galang donasi dan bantuan untuk korban bencana di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Termasuk menggratiskan makan bagi perantau asal Sumatera dan Aceh.

Gayung pun bersambut saat gagasan ini disampaikan kepada komunitas driver ojek online (ojol) yang biasa melayani jasa pembelian makanan di tempat usahanya.

Mereka mendukung dengan menggalang dana di jalanan dan melalui grup WhatsApp. Sekitar Rp4,5 juta terkumpul hanya dalam waktu dua jam.