Gaya Hidup

Ratusan Penari Cilik Ikuti Uji Kompetensi Sanggar Tari Sobokartti: Bersertifikat, Bisa untuk Daftar Sekolah

×

Ratusan Penari Cilik Ikuti Uji Kompetensi Sanggar Tari Sobokartti: Bersertifikat, Bisa untuk Daftar Sekolah

Sebarkan artikel ini
Uji Kompetensi Tari
Para penari cilik mengikuti uji kompetensi tari di Gedung Cagar Budaya Sobokartti, Sabtu, 28 Juni 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gedung Cagar Budaya Sobokartti, Kota Semarang, penuh oleh penari-penari cilik yang hendak menampilkan gerak gemulai mereka. Para penari cilik itu tengah mempersiapkan diri mengikuti uji kompetensi tari yang Sanggar Tari Sobokartti gelar.

Pada kegiatan ini turut 208 peserta yang terdiri dari 133 kategori anak-anak dan 75 peserta kategori SMP hingga dewasa.

Uji kompetensi tari ini berlangsung selama dua hari pada 28-29 Juni 2025. Pada hari pertama, peserta kategori anak-anak berusia 4-12 tahun lebih dulu mengikuti uji kompetensi itu.

Penanggung Jawab Seksi Tari dan Sekretaris Perkumpulan Seni Budaya Sobokarti, Darmadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini rutin berjalan setiap tahun semenjak 2009 silam.

BACA JUGA: Pagelaran Seni Kenang 95 Tahun Gedung Sobokartti, Saksi Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang

“Mulai tahun 2009 kami rutin [menggelar] uji kompetensi untuk internal, sampai sekarang tahun 2025. Biasanya dua kali dalam setahun, bulan Desember uji kompetensi tanpa kostum dan tata rias. Kemudian di bulan Juni uji kompetensi lengkap pakai tata rias dan kostum,” ucapnya.

Uji kompetensi ini dilakukan sebagai salah satu upaya Sanggar Sobokartti guna melestarikan budaya tradisional di Semarang.

“Tentunya melestarikan budaya tradisional. Sesuai visi-misi Sanggar Tari Sobokartti juga ingin mengedukasi, pelestarian, dan demokratisasi bidang seni budaya,” terang Darmadi.

Selain itu, uji kompetensi ini juga bertujuan untuk melihat kemampuan serta memberi ruang ekspresi bagi siswa Sanggar Tari Sobokartti agar berani tampil di depan umum.

Jenis tari yang diujikan yakni tari tradisional kreasi. Setiap peserta akan menampilkan tarian secara berkelompok untuk mendapatkan sertifikat kelulusan.

Sertifikat Uji Kompetensi Tari bisa untuk daftar sekolah jalur prestasi

Darmadi mengatakan bahwa sertifikat kompetensi tersebut dapat digunakan untuk tambahan nilai saat mendaftar sekolah melalui jalur prestasi.

“Sertifikat itu nanti bisa untuk daftar masuk sekolah sebagai nilai tambah jalur prestasi itu,” tuturnya.

Uji kompetensi tari ini dinilai oleh tiga juri, yaitu Haryadi Dwi Prasetya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Lalu, Endik Guntaris yang merupakan pelaku seni dan dosen Unviersitas Negeri Jakarta. Kemudian, Paminto, pelatih kelas dewasa Sanggar Tari Sobokartti.

Ia menyebut bakalan ada juri istimewa, yaitu Kanjeng Raden Tumenggung KRT Haryodiningrat Dhona Dhoni dari Kasunanan Surakarta.

BACA JUGA: Menengok Latihan Menari di Sanggar Seni Sobokartti, Hanya Ajarkan Tari Klasik Gaya Surakarta

Avika Kirana Putri, salah satu peserta, merasa senang bisa mengikuti uji kompetensi menari di Sanggar Sobokartti. Siswi kelas 6 SD itu mengaku mempersiapkan penampilannya selama dua minggu.

“Lancar penampilannya. Persiapannya cuma dua minggu,” ucap Avika.

Penari cilik yang telah tergabung dengan Sanggar Tari Sobokartti sejak kelas 2 SD itu mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti uji kompetensi sebanyak tiga kali.

“Ini yang ketiga ikut uji kompetensi biar naik kelas tarinya,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp