Tak ketinggalan pula penampilan liong atau naga di akhir acara juga memeriahkan dan menjadikan nuansa semakin sakral. Lalu berlanjut tarian kolosal oleh ratusan siswa di lapangan secara bersama-sama.
BACA JUGA: Turut Rayakan Imlek, Puluhan Siswa di Semarang Belajar Ketangguhan ala Shio Naga Kayu
Selain budaya Tionghoa, juga tampil berbagai simbol budaya lain. Mulai dari busana Jawa, batik, hingga penampilan ogoh-ogoh dan Warak Ngendog. Ketiganya merupakan simbol akulutasi budaya antara Jawa, Cina, dan Arab.
Oleh karenanya, Harjanto berharap Tahun Naga Kayu ini dapat menjadi tahun keberuntungan bagi semua pihak.
“Mugi tansah ginanjar, ing tahun naga kajeng niki langkung kasarasan, kamulyan, lan rejeki. Sekeco tinimbang tahun kepengker,” tandasnya dalam bahasa Jawa. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





