“Ketika satu daerah tertimpa musibah, sejatinya seluruh bangsa ikut merasakannya. Doa adalah ikhtiar batin, sekaligus panggilan agar kita lebih peduli, saling menguatkan, dan menjaga alam,” katanya.
Selain doa keselamatan, refleksi akhir tahun tersebut juga berlangsung muhasabah diri, ajakan memperbaiki hubungan sosial, serta komitmen menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab manusia.
BACA JUGA: Terngiang Pesan Presiden, Bupati Blora Gandeng Perhutani Tanam 300 Pohon di Hutan Lindung
Suasana masjid tampak penuh namun tertib. Lantunan doa dan dzikir menggema, menciptakan nuansa haru dan kebersamaan.
Jamaah berharap, memasuki tahun baru, Indonesia beroleh ketenangan, terhindar dari bencana, serta mendapat anugerah kedamaian dan persatuan.
Refleksi akhir tahun di Masjid Moetiah Blora ini menjadi potret bagaimana masyarakat memilih jalan spiritual untuk menyambut pergantian tahun. Sekaligus guna mengirim doa dari daerah untuk keselamatan seluruh penjuru negeri. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













