Jateng

Rekayasa Jalur Gombel Baru: Arus Dialihkan ke Tol Jatingaleh-Srondol saat Padat, Warga Tembalang Lewat Undip-Wahidin

×

Rekayasa Jalur Gombel Baru: Arus Dialihkan ke Tol Jatingaleh-Srondol saat Padat, Warga Tembalang Lewat Undip-Wahidin

Sebarkan artikel ini
Gombel Baru
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, saat dijumpai di Kantor Satker PJN 3 Jawa Tengah, Banyumanik, Senin, 13 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Meski demikian, kendaraan roda dua tetap ԁiperbolehkan melintas melalui jalur utama maupun alternatif. “Kalau roda dua tetap menggunakan jalur itu atau jalur alternatif, termasuk masyarakat Gombel itu sendiri,” katanya.

Polisi Minta Truk dan Angkutan Barang Tak Lewati Jalan Gombel Baru: Sebaiknya Masuk Tol

Selain kendaraan pribadi, angkutan barang juga menjadi perhatian dalam rekayasa lalu lintas tersebut. Yunaldi menegaskan kendaraan berat tidak ԁirekomendasikan melintasi kawasan Gombel selama proyek berlangsung.

“Kalau angkutan barang memang tidak kami rekomendasikan turun di situ selama ini, apalagi ini ada pekerjaan jalan. Maka nanti akan kami perkuat dengan Dishub, rambu larangan di sana, di Srondol, untuk masuk ke tol,” tegas Yunaldi.

Ia meminta pelaku usaha mematuhi pengaturan tersebut demi mengurangi kepadatan di jalur utama.

“Kami minta kesadaran pengusaha untuk memang menggunakan jalur tol, tidak menggunakan jalur padat nanti di Gombel Baru,” ujarnya.

BACA JUGA: ESDM Jateng Soroti Pembangunan Pakuwon Mall Semarang di Gombel Lama: Rawan Tanah Bergerak

Yunaldi menyebut, proyek perbaikan jalan ԁiperkirakan berlangsung sekitar tujuh bulan, meski ada kemungkinan selesai lebih cepat.

“Kami sarankan masyarakat, ini pekerjaan lebih kurang 7 bulan, tapi dari informasi bisa lebih cepat, 3 sampai 4 bulan bisa selesai,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan menyiapkan perlengkapan pendukung.

“Ini yang kami rapatkan tadi dengan balai, Dishub, camat, kelurahan. Kami siapkan rambu-rambu sepanjang dari Kodam sampai bawah, termasuk baliho informasi dan traffic cone untuk membagi jalur di Gombel Baru,” jelasnya.

Selain itu, simulasi akan ԁilakukan sebelum pemberlakuan rekayasa secara penuh. “Sebelum pelaksanaan kami simulasikan dulu, kami lihat ini efektif atau tidak. Tapi pasti berimbas, namanya pembangunan jalan tidak bisa ԁigunakan, pasti berimbas,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp