Kondisi tersebut terutama ԁirasakan kelompok perempuan rentan yang membutuhkan pemeriksaan tertentu, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.
“Screening pemeriksaan payudara gratis ini memberi kesempatan kepada perempuan di Kota Semarang, terutama kelompok rentan,” kata Agustina.
BACA JUGA: Balik Lebaran Lebih Tenang, Honda Sediakan Bus, Truk, hingga Cek Kesehatan Gratis
Menurutnya, sebagian perempuan sebenarnya memiliki keinginan untuk melakukan screening. Namun, biaya pemeriksaan membuat mereka memilih menunda hingga muncul keluhan.
“Ini paling banyak kelompok rentan, ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah enggak punya pendapatan apa pun. Karena ternyata kalau enggak gratis mahal,” ujarnya.
Agustina menegaskan, prinsip CKG bukan sekadar menemukan penyakit, tetapi memastikan warga yang membutuhkan pengobatan tetap mendapat pendampingan.
“Nanti kalau ada deteksi akan kami follow up supaya yang bersangkutan tetap bisa perawatannya gratis,” ujarnya.
Langkah dari Pemkot Semarang dan kesadaran masyarakat tersebut sejalan dengan pesan “Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati” yang menjadi penekanan bahwa deteksi awal harus ԁiikuti penanganan, sehingga masyarakat tidak terlambat mendapatkan pertolongan medis. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





