Kesehatan

Rendahnya Vasektomi di Jateng, Psikolog Sebut Karena Stigma dan Harga Diri Laki-laki

×

Rendahnya Vasektomi di Jateng, Psikolog Sebut Karena Stigma dan Harga Diri Laki-laki

Sebarkan artikel ini
Psikolog Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si, saat memberikan penjelasan terkait faktor penyebab rendahnya vasektomi dari sisi psikologis. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Psikolog Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si. saat memberikan penjelasan terkait faktor penyebab rendahnya vasektomi dari sisi psikologis. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Perlu ada ruang khusus untuk bapak-bapak, mungkin lewat pertemuan warga atau forum tertentu. Jadi mereka punya referensi yang benar tentang vasektomi,” katanya.

Ia juga menilai, jika informasi sudah seimbang, keputusan penggunaan kontrasepsi bisa menjadi hasil kesepakatan bersama dalam rumah tangga.

“Kalau sudah sama-sama paham, nanti tinggal keputusan di pasangan, siapa yang mengambil peran. Itu jadi lebih adil,” pungkasnya.

Tantangan Sosial Budaya

Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menilai rendahnya partisipasi pria tak lepas dari stigma yang masih melekat di masyarakat.

“Orang menganggap bahwa KB itu urusannya perempuan. Karena memang alat kontrasepsi paling banyak untuk perempuan. Jadi yang hamil perempuan, yang dicegah perempuan saja, konsep itu masih melekat,” ujarnya.

Menurut Ema, kondisi ini membuat perempuan menanggung beban berlapis, mulai dari proses reproduksi hingga dampak penggunaan kontrasepsi.

“Perempuan itu sudah menanggung banyak beban reproduksi, mulai dari menstruasi, hamil, melahirkan, sampai menyusui. Tapi dalam KB, perempuan juga yang harus menjalani berbagai metode kontrasepsi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Syarat dan Prosedur Vasektomi Berinsentif Rp1 Juta di Semarang

Ia juga menyoroti masih rendahnya edukasi kesehatan reproduksi di masyarakat, yang kerap dianggap tabu.

“Sebenarnya yang strategis itu kalau pengetahuan kesehatan reproduksi masuk ke sekolah. Tapi banyak orang tua yang menolak karena dianggap sama dengan pendidikan seksual, padahal itu berbeda,” ujarnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp