Kesehatan

Syarat dan Prosedur Vasektomi Berinsentif Rp1 Juta di Semarang, Ini Penjelasan Lengkap Disdalduk KB

×

Syarat dan Prosedur Vasektomi Berinsentif Rp1 Juta di Semarang, Ini Penjelasan Lengkap Disdalduk KB

Sebarkan artikel ini
Layanan KB Pria Vasektomi di Semarang Kian Diminati, Peserta Dapat Insentif Rp1 Juta
Kepala Disdalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) memaparkan syarat dan prosedur KB pria vasektomi, serta ketentuan berhak penerima insentif Rp1 juta dari Pemerintah Kota Semarang.

Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian penduduk yang pemkot lakukan. Sekaligus mendorong partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi.

Vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria melalui prosedur bedah kecil pada saluran sperma (vas deferens).

Prosedur ini dengan bius lokal, tanpa rawat inap, dan memiliki tingkat efektivitas sangat tinggi, mencapai 99,95 persen dalam mencegah kehamilan.

BACA JUGA: Layanan KB Pria Vasektomi di Semarang Kian Diminati, Peserta Dapat Insentif Rp1 Juta

Kepala Dinas Dalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida, menjelaskan bahwa minat masyarakat terhadap vasektomi meningkat pesat dalam satu tahun terakhir.

Karena itu, pihaknya merasa perlu kembali menekankan syarat dan prosedur agar warga bisa memahami mekanisme program ini secara lebih jelas.

Menurut Lilik, tidak semua pria bisa langsung mengikuti program ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum pengajuan diterima.

Syarat Mengikuti Vasektomi Program Pemkot Semarang

1. Merupakan pasangan usia subur.
2. Usia suami minimal 30 tahun.
3. Sudah memiliki dua anak.
4. Anak bungsu berusia minimal lima tahun.
5. Ber-KTP Kota Semarang (wajib untuk bisa menerima insentif Rp1 juta).
6. Memiliki persetujuan istri.

“Persetujuan pasangan sangat penting karena vasektomi merupakan kontrasepsi permanen. Selain itu, insentif hanya bisa diberikan jika peserta merupakan warga Kota Semarang,” jelas Lilik.

Prosedur dan Tahapan Mengajukan Vasektomi

Setelah syarat terpenuhi, peserta harus menyiapkan sejumlah dokumen.

1. Mengisi formulir pengajuan program KB pria.
2. Menyerahkan KTP, KK, dan persetujuan istri.
3. Menunggu penjadwalan tindakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.
4. Melakukan vasektomi di rumah sakit yang telah ditunjuk.
5. Mendapat fasilitas antar-jemput dari dinas jika di perlukan.
6. Menerima insentif Rp1 juta setelah tindakan selesai sebagai kompensasi tidak bekerja sehari.

Lilik menambahkan bahwa seluruh tindakan vasektomi dilakukan oleh tenaga medis berkompeten dan berlangsung singkat. Setelah tindakan, peserta bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu relatif cepat.

Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB mencatat minat vasektomi meningkat signifikan. Dari 47 peserta pada 2024, jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 100 peserta di tahun 2025.

Menurut Lilik, sebagian peserta memilih vasektomi karena alasan kesehatan pasangan atau kebutuhan khusus yang membuat istri tidak dapat ber-KB.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang terjebak mitos bahwa vasektomi dapat mengurangi keperkasaan. Lilik menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.

“Vasektomi tidak mengganggu keperkasaan pria. Ini sudah terbukti secara medis. Karena itu, kami terus melakukan edukasi agar masyarakat lebih memahami manfaatnya,” ujarnya.

Dengan persyaratan yang jelas dan prosedur yang tertata, Pemkot Semarang berharap program vasektomi dapat membantu keluarga merencanakan masa depan lebih baik. Sekaligus mendukung pengendalian penduduk secara sehat dan bertanggung jawab. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp