Sebagai informasi, kasus dugaan keracunan MBG di Pati terjadi setelah sejumlah wilayah lain di Jateng dalam waktu berdekatan.
Di Kabupaten Rembang, dugaan keracunan pertama terjadi di SMAN 1 Lasem pada Kamis, 3 September 2026. Sebanyak tujuh ratus lebih siswa dan pulugan guru mengalami diare massal setelah mengonsumsi menu MBG. Beberapa siswa sempat menjalani rawat inap, sementara sejumlah lainnya mendapat penanganan medis.
Belum selesai penanganan kasus tersebut, dugaan serupa kembali terjadi di MAN 2 Rembang pada Selasa, 8 September 2026. Puluhan siswa mengalami gangguan pencernaan dan diare setelah mengonsumsi menu MBG.
Sementara di Kabupaten Blora, sebanyak 137 warga SMAN 1 Tunjungan yang terdiri dari 136 siswa dan satu guru juga mengalami dugaan keracunan MBG. Mereka mengalami sejumlah gejala seperti lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Bahkan, Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengusulkan penutupan SPPG yang memasok makanan ke SMAN 1 Tunjungan. (*)
Editor: Diaz A Abidin





