SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, memberikan tanggapan atas rentetan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus rentetan dugaan keracunan MBG terjadi usai siswa sekolah di Jateng menyantap menu dari program pemerintah tersebut. Di antaranya terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng yang membuat Gus Yasin bersuara.
Terdapat dugaan keracunan MBG di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng, di antaranya Semarang, Rembang, Blora, serta yang terbaru di Pati. Gus Yasin yang juga sebagai Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng menanggapi kasus dugaan keracunan MBG itu.
Ratusan siswa di sejumlah sekolah di Pati mengalami gejala mual hingga diare usai mengonsumsi makanan program MBG. Dugaan keracunan MBG terjadi di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong pada Rabu, 9 September 2026. Di MTsN 3 Pati tercatat 127 siswa dan 30 guru mengalami mual dan diare. Di SMPN 1 Gembong sebanyak 103 siswa dan 13 guru mengalami gejala serupa.
Asesmen SPPG Terduga Penyebab Keracunan MBG
Gus Yasin yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng, mengatakan akan melakukan asesmen kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Tentunya SPPG yang berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Rembang, Blora, serta Pati.
Pemeriksaannya, kata dia, mengarah pada setiap SPPG untuk mengetahui jalan atau tidaknya standar operasional prosedur (SOP). Kemudian, perizinan, serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
BACA JUGA: Tujuh Ratus Lebih Siswa di Rembang Keracunan MBG, Gus Yasin: SPPG Terancam Tutup jika Langgar SOP
“Kami pantau yang ada di Kabupaten Pati yang hari ini jumlahnya ada 120. Kami asesmen sesuai arahan dari Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), tiap SPPG harus sesuai,” kata Gus Yasin, saat wawancara Beritajateng.tv di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu sore, 9 September 2026.
Laporkan Dugaan Keracunan MBG ke Pemerintah Pusat





