Jateng

Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Keruk Sedimentasi Saluran Air di Gajah Raya

×

Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Keruk Sedimentasi Saluran Air di Gajah Raya

Sebarkan artikel ini
Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Semarang Keruk Sedimentasi Saluran Air di Gajah Raya
Petugas DPU Kota Semarang membersihkan saluran air di Jalan Gajah Raya Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menindaklanjuti aduan warga terkait sedimentasi tinggi di saluran drainase sepanjang Jalan Gajah Raya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan pembersihan secara intensif.

Tim langsung terjun dengan membawa alat berat dan armada pengangkut untuk mempercepat pengerukan.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pengerukan sedimentasi merupakan kegiatan rutin yang DPU lakukan secara berkala di sejumlah titik rawan.

“Kami memang secara rutin melakukan pengerukan sedimen di saluran air. Setiap habis hujan, biasanya sedimentasi kembali muncul. Kalau tidak segera kami bersihkan, aliran air bisa tersumbat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain sedimentasi, kendala juga muncul dari bangunan penyambung jalan masuk (PJM) yang menutup sebagian drainase dan menghambat aliran air. Untuk kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengerukan secara manual.

“Kalau ada hambatan seperti akses tertutup, kami tangani dengan cara manual. Tapi kalau memungkinkan, kami gunakan alat berat agar lebih cepat,” jelasnya.

BACA JUGA: Damkar Semarang Kena Prank Debt Collector Pinjol, Lapor Kebakaran Warung Nasi Goreng Ternyata Zonk

Menurut Suwarto, respons cepat ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur yang telah DPU terapkan. khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami,” katanya.

Selain Jalan Gajah Raya, sejumlah wilayah di Semarang Timur juga menjadi prioritas penanganan. Seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga kawasan Genuk yang kerap terdampak genangan.

DPU juga menyiapkan berbagai peralatan berat untuk mendukung pembersihan. Mulai dari excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.

“Kami sesuaikan alat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai alat lain. Semua langsung kami angkut dengan Dump Truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.

Suwarto menambahkan, pihaknya telah memiliki daftar prioritas pembersihan drainase yang di susun setiap tahun. Namun, laporan dari masyarakat tetap menjadi acuan penting dalam menentukan percepatan penanganan.

Ia menyebut, DPU punya Standart Operasional (SOP) terkait aduan yang masuk di berbagai kanal aduan Pemkot Semarang.

“Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui berbagai kanal yang tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, akan langsung kami tangani,” katanya.

Pemkot Semarang berharap langkah cepat ini dapat meminimalkan risiko genangan dan menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp