Jateng

Polda Jateng Selidiki Dugaan Kecurangan UTBK Undip: Polisi Siapkan Patroli Medsos Sasar Joki Ujian

×

Polda Jateng Selidiki Dugaan Kecurangan UTBK Undip: Polisi Siapkan Patroli Medsos Sasar Joki Ujian

Sebarkan artikel ini
Proses sebelum pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip). (undip.ac.id)
Proses sebelum pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip). (undip.ac.id)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah menyelidiki dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (Undip), setelah seorang peserta kedapatan menggunakan alat mencurigakan saat hendak mengikuti ujian.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyebut kasus tersebut telah dilaporkan dan saat ini dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

“Sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, kita akan menindaklanjuti melakukan penyelidikan. Dan alhamdulillah faktanya pelaku atau yang berbuat kecurangan pada saat UTBK ini belum melaksanakan ujian,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Jumat, 24 April 2026 sore.

BACA JUGA: Strategi Lolos SNBT 2026, Intip Sederet Jurusan Sepi Peminat di Undip

Artanto menegaskan, kejadian ini menjadi catatan penting bagi kepolisian maupun pihak kampus terkait munculnya berbagai modus kecurangan dalam pelaksanaan ujian.

“Ini menjadi suatu masukan bagi pihak kepolisian dan kampus, modus-modus bagi peserta ujian yang akan melakukan kecurangan,” imbuhnya.

Polisi Dalami Modus, Telusuri Jasa Joki UTBK di Medsos

Lebih lanjut, Polda Jawa Tengah akan menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menawarkan jasa kecurangan menggunakan teknologi atau perangkat tertentu.

“Ya, tentunya kita akan melakukan patroli juga terhadap pelaku yang menawarkan jasa menggunakan IT atau alat-alat untuk membantu melakukan kecurangan dalam tes-tes di universitas maupun sekolah lain,” kata Artanto.

Menurutnya, seluruh informasi yang dari pelapor akan menjadi bahan penyelidikan, termasuk dugaan pertemuan dengan pihak yang menyediakan alat tersebut.

“Semua informasi dari pelapor itu menjadi bahan penyelidikan untuk pendalaman agar kasus ini bisa terungkap,” ujarnya.

Polda Jateng Minta Perketat Pengawasan Ujian

Artanto menegaskan, kejadian ini menjadi evaluasi untuk memperketat sistem pengawasan dalam pelaksanaan ujian ke depan.

“Harapannya ke depan pada saat UTBK atau tes-tes yang lain, modus-modus ini bisa ada pemberlakuan antisipasi. Pemeriksaan secara ketat, menggunakan alat, dan tentunya pihak kampus bisa bekerja sama dengan kepolisian,” jelasnya.