Peristiwa

Damkar Semarang Kena Prank Debt Collector Pinjol, Lapor Kebakaran Warung Nasi Goreng Ternyata Zonk

×

Damkar Semarang Kena Prank Debt Collector Pinjol, Lapor Kebakaran Warung Nasi Goreng Ternyata Zonk

Sebarkan artikel ini
Damkar Semarang Kena Prank Debt Collector Pinjol, Lapor Kebakaran Warung Nasi Goreng Ternyata Zonk
Ilustrasi Damkar Kota Semarang kena prank laporan palsu teror Debt Collector (DC) Pinjol di warung Nasi Goreng. (Doc. AI Gemini)

SEMARANG, beritajateng.tv – Debt Collector (DC) Pinjaman Online (Pinjol) berulah lagi, setelah sebelumnya nge-prank Ambulance untuk meneror dan menagih pinjaman online.

Kali ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang justru yang kena prank, laporan kebakaran palsu yang diduga oleh debt collector (DC) Pinjol.

Akibat laporan tersebut, petugas sempat menerjunkan armada dan personel ke lokasi, namun tidak mendapati adanya kebakaran.

Peristiwa itu terjadi di sebuah warung makan Nasi Goreng Babat Welahan Mas Adi di Jalan WR Supratman, Ngemplak Simongan, Kamis sekitar pukul 17.10 WIB.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan laporan masuk melalui call center 113. Namun setelah dua armada Damkar ke lokasi, rupanya informasi tersebut tidak benar.

“Tadi ada laporan masuk ke Damkar Semarang, lewat 113, ternyata itu dari debt collector (DC) pinjol. Mereka melaporkan seolah-olah terjadi kebakaran untuk menakut-nakuti pemilik usaha,” kata Tantri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar langsung mengerahkan dua unit armada dengan total 12 personel ke lokasi kejadian. Langkah cepat itu Damkar lakukan sesuai prosedur standar operasional (SOP).

BACA JUGA: Layanan Darurat Disalahgunakan, 7 Ambulans Jadi Sasaran Order Fiktif DC Pinjol di Semarang

“Kami tetap merespons karena SOP mengharuskan petugas tiba maksimal 15 menit di lokasi. Tapi setelah kita cek, tidak ada kebakaran sama sekali, ini murni prank,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga sengaja membuat laporan palsu sebagai bentuk teror terhadap pemilik usaha. Saat petugas tiba di lokasi, pelaku sudah tidak berada di tempat.

“Dari keterangan pak Ngadi, pemilik usaha. Beliau pinjam di Indosaku sejak tahun 2020. Mungkin itu penyebabnya, teror ini,” kata dia.

Tantri mengaku pihaknya masih melakukan koordinasi untuk menelusuri identitas pelapor. Nomor telepon dan data awal sudah tercatat dalam sistem laporan.