SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan penambahan rest area di ruas Tol Semarang-Batang sebagai solusi utama atas keluhan pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan keberadaan rest area di jalur tersebut menjadi pekerjaan rumah mendesak karena jarak yang terlalu jauh tanpa fasilitas pendukung.
“Rest area itu memang jadi PR utama. Ruas Batang-Semarang terlalu jauh, sehingga pemudik kesulitan mendapatkan BBM maupun fasilitas seperti toilet,” ujar Dody saat tinjauan di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mengkaji opsi penambahan rest area, baik tipe B maupun peningkatan menjadi tipe A. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil pembahasan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan calon investor.
“Kami sedang diskusikan, apakah cukup tipe B di tengah atau langsung tipe A yang lebih besar. Ini juga terkait minat investor karena pada hari normal kebutuhannya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
BACA JUGA: Cegah Penumpukan di KM 429A, Polres Semarang Arahkan Pemudik ke Rest Area KM 439A
Dody menambahkan, pemerintah perlu menghitung keseimbangan investasi agar proyek rest area tetap menarik bagi pihak swasta, mengingat lonjakan kebutuhan hanya terjadi saat momen tertentu seperti Lebaran.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menilai kebutuhan rest area sebenarnya masih dalam batas cukup jika dilihat pada kondisi lalu lintas normal.
“Rest area jangan dibandingkan saat mudik saja. Pada kondisi normal, kapasitasnya masih mencukupi,” kata Rivan.
Sebagai solusi sementara, Jasa Marga telah menyediakan akses ke sejumlah fasilitas di luar tol yang bisa pemudik manfaatkan tanpa tarif tambahan.
“Ada SPBU di luar tol, khususnya di jalur A dan B, total ada tiga titik. Pemudik bisa keluar lalu masuk kembali tanpa perubahan tarif,” jelasnya.
Perbaikan Jalan Tetap Berjalan 24 Jam
Di sisi lain, Kementerian PU memastikan perbaikan jalan, khususnya penambalan lubang, terus dilakukan secara intensif selama arus mudik dan balik.
Dody mengungkapkan, perbaikan sebenarnya telah mulai jauh sebelum puncak mudik, namun terkendala faktor cuaca dan tingginya volume kendaraan.
“Perbaikan sudah kami lakukan sejak sebelum H-10. Tapi karena hujan terus dan lalu lintas masih padat, termasuk truk yang masih melintas, jalan bisa rusak lagi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan berlangsung secara cepat setiap kali ditemukan kerusakan di lapangan.
“Begitu ada lubang langsung kita kerjakan. Ini berjalan terus, 24 jam,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan penambalan sementara, tetapi juga akan beralih ke penanganan yang lebih menyeluruh.
“Kalau penambalan spot-spot sudah tidak cukup, harus dilakukan preservasi besar,” tambahnya.
BACA JUGA: Pantang Ngantuk saat Balik Mudik! Ini Daftar Tempat Ngopi Pilihan di Rest Area Tol Jawa Tengah
Rivan juga memastikan selama periode mudik tidak ada pekerjaan konstruksi besar di jalan tol, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Tidak ada pekerjaan besar saat mudik. Yang wajib hanya penanganan lubang-lubang kecil agar tetap aman dan nyaman,” katanya.
Dengan kombinasi penambahan rest area dan perbaikan jalan yang terus berjalan, pemerintah berharap kenyamanan dan keselamatan pemudik di jalur Tol Trans Jawa, khususnya ruas Semarang-Batang, dapat semakin meningkat pada arus balik Lebaran tahun ini. (*)
Editor: Farah Nazila





