SEMARANG, beritajateng.tv – Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bersama Bea Cukai Tanjung Emas dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang menuntaskan penyidikan kasus ekspor lima kontainer kratom (Mitragyna speciosa) tujuan India melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang.
Komoditas herbal tersebut diduga disamarkan sebagai kopi dalam dokumen ekspor untuk menghindari ketentuan larangan dan pembatasan (lartas).
“Kasus ini bermula pada 10 September 2025 ketika pemeriksaan fisik atas pemberitahuan ekspor barang di Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Agus Yulianto, dalam konferensi pers di Tanah dan Gedung TPP KPPBC TMP Tanjung Emas, Kota Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.
BACA JUGA: Kosmetik Ternama-Produk Dewasa Kena Sita Bea Cukai Tanjung Emas Sepanjang 2025, Penerimaan Rp2,32 T
Dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), kata Agus, barang tersebut tercantum sebagai 3.600 bags foodstuff coffee.
Namun, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya rajangan daun berwarna hijau yang terkemas dalam karung, menyerupai teh, bukan kopi. Selain itu, petugas juga menemukan ketidaksesuaian jumlah barang.
“Terteranya 3.600 bag, kedapatan 3.608 bag. Ini merupakan salah satu modus pemalsuan dokumen,” jelas Agus.
Bea Cukai Sebut 5 Kontainer Kratom Perkiraan Capai Rp4,96 Miliar
Petugas kemudian mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium. Hasil pengujian menyimpulkan barang tersebut adalah kratom dengan nama ilmiah Mitragyna speciosa.
Dalam rilis resmi Bea Cukai, total temuan barang mencapai 3.608 karung kratom dalam bentuk remahan yang termuat dalam lima kontainer ukuran 40 feet. Nilai barang perkiraan mencapai sekitar Rp4,96 miliar, dengan asumsi harga pasar Rp55 ribu per kilogram.
Agus menjelaskan, kratom merupakan tanaman asal Asia Tenggara yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai tujuan kesehatan. Namun, efeknya berpotensi menimbulkan ketergantungan dan dampak kesehatan serius.
BACA JUGA: Bea Cukai Jateng-DIY Respons Isu Pungli Kontainer Thrifting-Mafia Bal, Usaha Thrift Semarang Ngeluh





