Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bulog siap berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan petani dengan kapasitas industri gula nasional.
“Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.
BACA JUGA: Pabrik Gula GMM Terhenti Giling Sejak Oktober, Ribuan Petani Tebu Blora Desak Solusi Cepat
Komitmen tersebut juga menjadi respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan. Termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi oleh sebagian petani tebu di Blora.
Bulog memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari perhatian bersama untuk memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar semakin berpihak kepada petani.
Lebih lanjut, Bulog menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk pemerintah daerah, PTPN, dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Dengan langkah itu, Bulog berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang, sekaligus menunjukkan kehadiran nyata negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesejahteraan petani. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





