Ribuan Santri Khozinatul Ulum Blora Ikuti Pawai Santri

Santri Khozinatul Ulum Blora Ikuti Pawai Santri. / Foto: Heri P.

BLORA, 26/10 (BeritaJateng.Tv) – Ribuan santri Keluarga Besar Khozinatul Ulum Blora menggelar pawai santri dalam perayaan Hari Santri Nasional Minggu (23/10).

Pada perayaan itu, seluruh santri dari berbagai lembaga di bawah naungan Yayasan Khozinatul Ulum ikut memeriahkan pawai di sepanjang jalan Iskandar hingga Alun-alun Blora itu.

Sepanjang rute pawai, masyarakat Blora tampak antusias menyaksikan penampilan dari para santri, Khozinatul Ulum Marching Band yang menampilkan beberapa lagu tampak mampu menghibur masyarakat yang menonton pawai tersebut.

Para santri itu berjalan secara berkelompok sesuai dengan lembaganya masing-masing.

Mulai dari Pendidikan formal yang terdiri dari PAUD An Nawa, MI Khozinatul Ulum, MTs Khozinatul Ulum, SMP IP Al Mubarok, MA Khozinatul Ulum, serta STAI Khozinatul Ulum.

Selain itu, Peserta dari lembaga pendidikan non formal seperti madin-madin dan lembaga lainnya seperti BMT Al Barokah dan Toko Menara juga tak luput dari kemeriahan hari santri itu.

Setibanya di Alun-Alun, Bupati Blora Arief Rohman kemudian memimpin apel dan memberikan sambutan pengarahan kepada para santri.

Bupati Arief berpesan agar para santri Khozinatul Ulum bersungguh-sungguh dalam mengaji dan belajar.

Sehingga kelak ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat kedepannya.

“Dalam menjalani pendidikan ini harus serius, mengaji, belajar, tirakat, Insya Allah apa yang nanti dicita-citakan asal itu bermanfaat untuk bangsa dan negara, Insya Allah akan tercapai,” pesan Bupati

Menurutnya, para santri itu bisa menjadi apa saja dalam rangka berkontribusi untuk kemajuan Bangsa ini.

Di Kabupaten Blora, sudah banyak santri yang mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.

Para santri berkontribusi dengan berbagai profesi dan keahlian yang dimiliki mulai dari dokter, guru, pedagang, dan lain-lain.

Bahkan, santri bisa menjadi kepala daerah hingga pemimpin negara. Seperti halnya Bupati Blora Arief Rohman yang merupakan seorang santri yang kini menjabat sebagai kepala daerah di Kabupaten Blora.

“Santri bisa berperan sebagai apa saja, ada yang jadi Presiden, ada yang jadi Wakil Presiden, ada yang jadi Gubernur, jadi Wakil Gubernur, dan ada yang jadi Bupati, ada yang jadi pedagang dan sebagainya, ini menandakan bahwa santri itu keren, kita harus bangga sebagai santri,” ungkap Bupati Arief dihadapan para santri Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora.

Pihaknya bersyukur, bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Dimana penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Acara apel kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Muharror Ali. (Her/El)

Leave a Reply