Hukum & Kriminal

RSUP Dr. Kariadi Bantah Kematian Dokter PPDS Undip Yuda Nabella Terkait Bullying, Sebut Sempat Dirawat di ICU

×

RSUP Dr. Kariadi Bantah Kematian Dokter PPDS Undip Yuda Nabella Terkait Bullying, Sebut Sempat Dirawat di ICU

Sebarkan artikel ini
PPDS Anestesi | Daeng Undip | dekanat FK Undip
Spanduk “Zero Bullying” terpasang di lobi Dekanat FK Undip, Kamis, 15 Agustus 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – RSUP Dr. Kariadi Semarang angkat bicara perihal kabar kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, yang ԁikaitkan dengan dugaan bullying.

Humas RSUP Dr. Kariadi, Aditya Kandu Warendra, mengatakan, berdasarkan informasi awal dari manajemen rumah sakit, Yuda meninggal dunia pada 28 Agustus 2026 setelah sempat menjalani perawatan di ICU Garuda pada Agustus.

“Informasi awal memang Mbak Yuda itu kondisi sakit, sedang sakit, terus sempat ԁirawat di ICU Garuda pada bulan Agustus, yang bersangkutan meninggal tanggal 28 Agustus,” ujar Aditya saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 1 September 2026.

Pihak rumah sakit pun membantah Yuda meninggal akibat perundungan. Aditya memastikan Yuda meninggal akibat sakit.

“Intinya tidak benar rumor-rumor yang menyebut bahwa ada bullying, karena memang kalau kami lihat di data riwayat pemeriksaan di RS Kariadi itu, dr. Yuda memang terdiagnosis sakit,” tegasnya.

BACA JUGA: Keluarga dr. Aulia Risma Kecewa, Tuntutan 3 Terdakwa Kasus PPDS Undip Dinilai Terlalu Ringan

Aditya menjelaskan, Yuda masih berstatus sebagai PPDS junior dan belum ԁilepas untuk menjalani praktik di stase klinik maupun poliklinik.

“PPDS junior, PPDS kami kan ada namanya junior dan senior. Dia belum ԁilepaskan untuk praktik di stase klinik-klinik, poliklinik rawat jalan atau di mana, ia masih di ruangan, masih pembelajaran,” jelasnya.

Meski demikian, Aditya membenarkan Yuda sudah berada di RSUP Dr. Kariadi dalam rangka menjalani pendidikan. Ia menyebut Yuda mengambil pendidikan pada KSM Psikiatri.

“Sudah masuk di Kariadi tetapi dia masih belajar karena masih sekolah. Berarti kan setelah sekolah, nilai sudah bagus, terus akhirnya ԁilepaskan dengan pemantauan PPDS-PPDS senior di poliklinik. Nah, ini statusnya Mbak Yuda dia masih belajar, ambilnya di KSM Psikiatri,” terang Aditya.

RS Kariadi Masih Siapkan Penjelasan Resmi