-
Persebi Boyolali: Tim ini menjadi kandidat karena merupakan lawan terakhir yang PSIR kalahkan pada babak 8 besar. Secara hierarki kompetisi, tim yang kalah dari tim yang didiskualifikasi seringkali mendapat pertimbangan untuk naik.
-
PSD Demak: Nama Laskar Wali mencuat sebagai kandidat alternatif jika PSSI menggunakan parameter Fair Play. PSD Demak dikenal sebagai tim dengan catatan disiplin yang sangat baik sepanjang kompetisi.
Statistik Kembar di Babak 8 Besar
Baik PSD Demak maupun Persebi Boyolali sama-sama menelan kekalahan pahit dalam dua leg pertandingan babak 8 besar. Berikut adalah detail catatan keduanya:
-
PSD Demak: Kalah 0-1 dan 1-2 dari Persiharjo (Total Poin: 0, Selisih Gol: -2, Gol Memasukkan: 1).
-
Persebi Boyolali: Kalah 1-2 dan 0-1 dari PSIR Rembang (Total Poin: 0, Selisih Gol: -2, Gol Memasukkan: 1).
Karena seluruh indikator teknis tersebut sama kuat, maka sesuai regulasi poin (4), PSSI Jateng akan menghitung akumulasi kartu yang didapat kedua tim selama babak 8 besar. Tim dengan nilai akumulasi terendah (paling bersih dari kartu) akan resmi menjadi Pengganti PSIR Rembang.
BACA JUGA : Persibangga Juara! Laskar Jenderal Soedirman Angkat Trofi Liga 4 Jateng Usai Drama Penalti Atas Persak
Keputusan Akhir di Tangan Asprov
Hingga saat ini, manajemen Persebi maupun PSD Demak masih menunggu pengumuman resmi dari Asprov PSSI Jateng. Federasi perlu melakukan verifikasi data kartu dan statistik pertandingan dari seluruh tim semifinalis (termasuk tim yang gagal di 8 besar jika diperlukan) sebelum menetapkan satu nama.
Keputusan mengenai Pengganti PSIR Rembang sangat krusial karena menyangkut hak berkompetisi di tingkat nasional. Masyarakat sepak bola Jawa Tengah berharap PSSI bertindak transparan dan objektif sesuai regulasi yang tertulis agar tidak menimbulkan polemik baru di kemudian hari.(*)





