“Armada tetap kami panaskan setiap hari. Lampu, sirene, pompa, wiper hingga seluruh komponen selalu kita periksa. Jadi kendaraan bukan rusak atau mangkrak, hanya sementara tidak kita gunakan untuk operasional,” jelasnya.
Ia menegaskan keterbatasan armada tidak mengurangi komitmen petugas dalam memberikan pelayanan. Damkar tetap mampu menangani sejumlah kebakaran besar, termasuk insiden kebakaran Pasar Kanjengan yang melibatkan delapan unit mobil pemadam.
Selain memadamkan api, Damkar juga memperkuat langkah pencegahan. Hingga pertengahan Juli 2026, lebih dari 800 gedung telah diperiksa dari target 1.500 gedung dalam satu tahun.
Program edukasi pencegahan kebakaran juga terus pihaknya perluas. Saat ini sekitar 18 ribu warga telah mengikuti sosialisasi dari target 30 ribu peserta sepanjang tahun.
“Kami ingin memperkuat upaya pencegahan. Harapannya, masyarakat semakin sadar sehingga risiko kebakaran bisa kita tekan dan kendaraan tidak harus sering keluar garasi,” kata Ade.
Di sisi lain, beban kerja Damkar tidak hanya berasal dari kebakaran. Penanganan kejadian nonkebakaran juga terus meningkat.
Hingga Juli 2026, Damkar telah menangani sekitar 1.700 laporan nonkebakaran, mulai dari evakuasi ular, penyelamatan hewan, hingga berbagai kondisi darurat lainnya. Jumlah itu sudah melampaui capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai upaya memperkuat pelayanan, Pemerintah Kota Semarang telah menambah tiga kendaraan baru tahun ini.
Armada tersebut terdiri atas satu kendaraan rescue, satu mobil pemadam berkapasitas 800 liter untuk menjangkau permukiman padat, serta satu kendaraan edukasi untuk kegiatan sosialisasi.
Meski demikian, Damkar menilai penambahan armada baru belum mampu menggantikan kebutuhan operasional lima kendaraan yang masih terdampak efisiensi anggaran.
Ade berharap dunia usaha ikut mengambil peran melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem proteksi kebakaran, terutama di kawasan industri dan pusat kegiatan ekonomi yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.
“Kami berharap perusahaan juga ikut berpartisipasi menyediakan sarana proteksi kebakaran. Sinergi semua pihak sangat penting agar keselamatan masyarakat bisa semakin terjamin,” pungkasnya. (*)





