SEMARANG, beritajateng.tv – Saat lonjakan kasus kebakaran di Kota Semarang meningkat tajam, lima unit armada milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) justru tidak dapat beroperasi akibat kebijakan efisiensi anggaran 2026.
Kondisi tersebut membuat Damkar Kota Semarang mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Semarang agar lima armada yang terdampak efisiensi bisa kembali aktif, demi menjaga kecepatan layanan penanganan kebakaran.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, mengatakan pihaknya telah menyampaikan kajian resmi kepada Wali Kota Semarang terkait kebutuhan pengoperasian kembali armada tersebut.
“Kami sudah mengajukan memo kepada Ibu Wali Kota. Harapan kami lima kendaraan yang terdampak efisiensi dapat kembali digunakan untuk operasional karena kebutuhan pelayanan masyarakat semakin meningkat,” ujar Ade, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, tren kebakaran mengalami lonjakan signifikan sejak memasuki musim kemarau. Jika pada Januari hingga Mei rata-rata hanya terjadi 11 hingga 12 kebakaran setiap bulan, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 44 kejadian pada Juni.
Situasi itu terus berlanjut pada Juli. Bahkan sebelum bulan berakhir, jumlah kebakaran sudah mendekati 50 kasus atau rata-rata lebih dari dua kejadian setiap hari.
“Data dua bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dengan kondisi seperti ini, kebutuhan armada operasional tentu semakin besar,” katanya.
Ade menjelaskan anggaran Damkar Kota Semarang tahun 2026 mencapai sekitar Rp41 miliar. Namun sebagian besar anggaran terserap untuk belanja pegawai yang berjumlah sekitar 330 personel beserta gaji dan tunjangannya.
Akibatnya, anggaran yang tersedia untuk operasional, perawatan kendaraan, hingga pengadaan peralatan hanya tersisa sekitar Rp6 miliar.
Meski lima armada tidak beroperasi, Ade memastikan seluruh kendaraan tetap di rawat sesuai standar operasional.
BACA JUGA: Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Parah, Truk Tambang Jadi Penyebabnya
Pemeriksaan armada setiap pergantian sif untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu membutuhkan.





