TEGAL, beritajateng.tv – Pagi itu angin laut berembus pelan di kawasan Pantai Kodok, Kota Tegal. Di tengah hamparan pesisir yang menjadi benteng alami dari ancaman abrasi, ratusan tangan bergerak bersama menanam bibit mangrove satu per satu.
Bukan sekadar seremoni memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama menjaga bumi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi dengan PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang menggelar gerakan penghijauan dengan menanam 1.000 bibit mangrove dan menyerahkan 500 tanaman urban farming kepada masyarakat.
Hadir secara langsung, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta perwakilan PT Pegadaian.
Di sepanjang pesisir Pantai Kodok, bibit-bibit mangrove yang ditanam diharapkan mampu menjadi pelindung kawasan pantai dari abrasi. Sekaligus membantu menyerap emisi karbon yang terus meningkat akibat perubahan iklim.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tegal, Ali Musta’at, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
BACA JUGA: Senyum Bahagia Warga dan Anak-anak Panti Sambut Daging Kurban Pegadaian Semarang
Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan yang sudah masyarakat rasakan saat ini. Lewat peningkatan suhu udara, perubahan pola cuaca, hingga berbagai gangguan lingkungan lainnya.
“Perubahan iklim sudah menjadi tantangan nyata yang kita hadapi bersama. Karena itu, dunia usaha tidak bisa hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus berkontribusi menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Ali.
Ia menegaskan, penyerahan 1.000 bibit mangrove dan 500 tanaman urban farming merupakan bentuk dukungan Pegadaian terhadap upaya pengendalian perubahan iklim sekaligus memperkuat ekosistem hijau di Kota Tegal.





