Politik

Sahur Lintas Iman di Semarang, Istri Gus Dur Soroti Bencana dan Tantangan Demokrasi Indonesia

×

Sahur Lintas Iman di Semarang, Istri Gus Dur Soroti Bencana dan Tantangan Demokrasi Indonesia

Sebarkan artikel ini
sahur lintas iman
Suasana sahur lintas iman bersama Shinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)Pura Agung Giri Natha, Kota Semarang. Selasa, 24 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan warga dari beragam agama dan komunitas memadati Pura Agung Giri Natha, Kota Semarang pada Selasa, 24 Februari 2026 dini hari. Mereka mengikuti kegiatan Sahur Keliling bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang mulai sekitar pukul 02.30 WIB, menghadirkan suasana kebersamaan lintas iman di tengah bulan Ramadan.

Kegiatan bertema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, jajaran Forkopimda, Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, hingga komunitas disabilitas.

Shinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menegaskan bahwa sahur keliling bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, melainkan juga ruang refleksi kebangsaan. Ia menilai Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai ujian berat, mulai dari bencana alam hingga persoalan sosial dan politik.

Menurutnya, tema yang diangkat mencerminkan kondisi masyarakat yang harus menjalani ibadah puasa di tengah situasi yang penuh keprihatinan. Ia menyoroti maraknya bencana di berbagai wilayah, baik di darat, laut, maupun udara, yang semakin menambah beban masyarakat.

“Tema ini saya pilih yakni ‘Puasa Berbalut Bencana’ karena bagaimanapun kita tidak nyaman saat ini, bangsa Indonesia sedang berkalung bencana ada bencana di darat, udara, laut, terjadi pula tanah longsor, tanah bergerak, banjir bahkan kita tidak bisa menghitung apa yang terjadi di Indonesia,” ujarnya Pura Agung Giri Natha pada Selasa, 24 Februari 2026.

BACA JUGA: Terbiasa Tidur Setelah Sahur? Waspada, 4 Penyakit Berikut Ini akan Menyerang Tubuhmu

Selain persoalan bencana, ia juga menyinggung kondisi pemerintahan yang ternilai memicu kekhawatiran publik. Shinta menilai sebagian aparat dan pejabat belum sepenuhnya menjalankan amanah untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat, sehingga menimbulkan kekecewaan di masyarakat.

“Artinya puasa kita dalam keadaan yang sangat mengenaskan tapi kita tetap wajib puasa. Masalah pemerintahan juga sangat mengkhawatirkan.