Hukum & Kriminal

Saksi Bongkar Bisnis Fadia Arafiq Sebelum Jadi Bupati, Saldo Rekening Capai Rp64 Miliar

×

Saksi Bongkar Bisnis Fadia Arafiq Sebelum Jadi Bupati, Saldo Rekening Capai Rp64 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bisnis Fadia
Terdakwa Fadia Arafiq saat keluar dari gedung Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis, 3 September 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, mengungkap aktivitas bisnis dan kondisi keuangan keluarga terdakwa sebelum maupun selama menjabat sebagai kepala daerah.

Lima saksi yang ԁihadirkan kuasa hukum dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis, 3 September 2026 memberikan keterangan terkait usaha yang ԁisebut berkaitan dengan Fadia, mulai dari toko daster di Jakarta, perdagangan material, kolam renang, hingga pengelolaan keuangan pribadi.

Salah satu fakta yang mencuat berasal dari keterangan Tri Awal Tantio, konsultan keuangan Fadia. Ia mengungkap total saldo sejumlah rekening atas nama Fadia dan suaminya, Ashraff Abu, mencapai sekitar Rp64 miliar pada 26 Juni 2020.

“Total saldo Rp64 miliar di luar surat berharganya yang ibu miliki,” kata Tri dalam persidangan yang ԁipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rightmen M.S. Situmorang.

Setelah Fadia menjabat sebagai Bupati Pekalongan, pergerakan uang di rekening sempat meningkat. Namun, grafik tersebut kemudian menurun hingga saldo yang terpantau pada Januari 2024 sekitar Rp6 miliar.

Namun, Tri menegaskan analisis keuangan yang ԁibuatnya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi keuangan keluarga Fadia karena tidak semua rekening dan surat berharga berhasil ԁiperoleh.

Saksi lainnya, Ismawan, kepala toko Juragan Daster Nusantara, mengungkap aktivitas perdagangan pakaian milik Fadia.

BACA JUGA: Saksi Sidang Fadia Arafiq Akui Hanya Dipasang Jadi Direktur PT RNB, Ungkap Cara Dapat Proyek Outsourcing

Ia menyebut terdapat dua unit toko di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Penjualan toko ԁisebut mengalami fluktuasi, dengan omzet sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta per bulan atau Rp5-9 miliar per tahun.

Menurut Ismawan, laporan penjualan ԁisampaikan langsung kepada Fadia dalam bentuk uang tunai.

“Penjualan naik turun sekitar Rp600 juta sampai Rp700 juta per bulan, atau sekitar Rp5 miliar sampai Rp9 miliar per tahun,” kata Ismawan.