Jateng

Salah Paham Tahapan SPMB, Calon Murid SMAN 3 Semarang Gagal Daftar

×

Salah Paham Tahapan SPMB, Calon Murid SMAN 3 Semarang Gagal Daftar

Sebarkan artikel ini
sman 3 semarang
Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 3 Semarang Achmad Fauzan saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan SPMB 2026 di SMAN 3 Semarang, Rabu, 24 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – SMAN 3 Semarang masih menemukan calon murid yang gagal mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akibat salah memahami tahapan pendaftaran.

Sebagian calon murid mengira proses pengajuan akun sudah cukup untuk mengikuti seleksi, padahal mereka belum menyelesaikan tahap verifikasi yang menjadi syarat wajib sebelum mendaftar sekolah tujuan.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 3 Semarang Achmad Fauzan mengatakan pihaknya masih menerima kedatangan sejumlah calon murid maupun orang tua yang baru menyadari ada tahapan yang terlewat setelah masa verifikasi berakhir.

“Saya menyampaikan ini karena kemarin di saat verifikasi, ya verifikasi itu verifikasi sudah ditutup, ada orang tua yang ke sini, ‘Pak saya mau verifikasi’ padahal verifikasinya sudah tutup,” ujar Fauzan saat beritajateng.tv jumpai di SMAN 3 Semarang, Rabu, 24 Juni 2026.

BACA JUGA: Jarak Terdekat Jalur Domisili SMAN 1 Semarang Hanya 185 Meter di Mugas, Terjauh Cuma Satu Kilometer

Tak hanya itu, pihak sekolah juga menemukan calon murid yang gagal mendaftar saat pembukaan pendaftaran karena ternyata belum menjalani proses verifikasi.

“Terus ada yang mau daftar ke sini waktu pembukaan pendaftaran, tapi tidak bisa daftar, ternyata setelah saya tanya belum verifikasi,” lanjutnya.

Pengajuan Akun Dikira Sudah Sama dengan Verifikasi

Fauzan menjelaskan sebagian calon murid dan orang tua masih belum memahami alur SPMB secara utuh. Mereka mengira proses pengajuan akun sudah cukup untuk mengikuti pendaftaran.

Padahal setelah mengajukan akun, calon murid masih harus melalui tahapan verifikasi sebelum bisa memilih sekolah tujuan.

“Jadi kemudian saya kulik lagi kenapa kok bisa belum verifikasi? ‘Loh, setahu saya sesudah mengajukan akun, ada bukti ajuan akun itu sudah mendaftar’, dikiranya seperti itu sudah verifikasi, jadi bisa mendaftar,” tutur Fauzan.

Kesalahpahaman tersebut membuat sejumlah calon murid kehilangan kesempatan mengikuti seleksi karena melewatkan salah satu tahapan penting dalam SPMB.

“Padahal kan belum, itu baru tahapan kedua. Jadi ada tahap yang terlewat sehingga murid tidak bisa daftar,” ujar dia.

Bahkan, pihak sekolah juga menemukan calon murid yang sama sekali tidak mengetahui informasi pendaftaran hingga akhirnya terlambat mengajukan akun.

“Malah bahkan ada orang tua dan murid itu yang tidak tahu informasi. Mau mengajukan akun tapi sudah terlambat, itu juga ada,” imbuhnya.

Empat Calon Murid Datang Setelah Tahapan Terlewat

Meski demikian, jumlah kasus temuan di SMAN 3 Semarang tidak banyak. Fauzan menyebut total ada empat calon murid yang datang ke sekolah setelah mengalami kendala akibat tahapan yang terlewat.

“Tidak sih, yang ke sini berarti total ada empat orang ya. Satu orang itu ketinggalan informasi ya, sudah verifikasi ditutup baru mau daftar,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebagian calon murid datang karena belum melakukan verifikasi, sementara lainnya baru mengajukan akun tanpa menyelesaikan proses berikutnya.

“Kemudian yang dua tadi, yang satu belum verifikasi, yang satu lagi mengajukan akun saja tapi belum diverifikasi,” jelas Fauzan.

Menurutnya, kasus-kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi calon murid dan orang tua untuk memahami setiap tahapan SPMB secara menyeluruh agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti seleksi.

Sebanyak 480 Calon Murid Jalani Verifikasi di SMAN 3 Semarang

Di luar persoalan tersebut, Fauzan menilai pelaksanaan SPMB di SMAN 3 Semarang secara umum berjalan lancar. Ia mencatat sebanyak 480 calon murid menjalani proses verifikasi di sekolah tersebut selama tahapan SPMB berlangsung.

Namun, angka tersebut tidak otomatis menjadi jumlah pendaftar ke SMAN 3 Semarang karena proses verifikasi dapat berlangsung di sekolah mana saja.

“Yang verifikasi di kita totalnya 480, verifikasi di SMA 3 belum tentu nanti mendaftar di SMA 3. Karena kan verifikasi bisa dilakukan di semua sekolah. Kemudian kalau mendaftarnya baru bisa memilih sesuai keinginan calon pendaftar,” katanya.

Sementara itu, SMAN 3 Semarang menyediakan kuota penerimaan sebanyak 432 siswa pada SPMB tahun ini.

“Kuota kita 432,” ujar Fauzan.

Ia menambahkan jumlah peserta verifikasi tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut berkisar sekitar 100 peserta dibandingkan pelaksanaan tahun lalu.

“Turun sebenarnya dari jumlah verifikasi ya. Karena justru yang banyak diserbu saat verifikasi tahun ini itu SMK. Itu jumlahnya banyak-banyak. Ada yang sampai 900, ada yang 600. [Penurunannya] Sekitar 100-an ya,” katanya.

Selain itu, seluruh jalur penerimaan di SMAN 3 Semarang tahun ini terisi sesuai kuota yang tersedia.

“Kalau daya tampung sendiri, kebetulan SMA 3 salah satu sekolah yang punya domisili khusus ya. Jadi domisili kita yang reguler itu 122, karena total 143 sudah diambil domisili khusus yang 21 tadi. Yang jalur prestasi itu 130. Yang jalur afirmasi itu 138. Dan mutasi ada 21,” paparnya.

BACA JUGA: SMAN 3 Semarang Terapkan Kurikulum Nasional: Bukan OSIS, Guru Lebih Aktif saat MPLS

Menurut Fauzan, kondisi tersebut berbeda dengan tahun lalu ketika kuota afirmasi belum terisi penuh.

“Tahun ini terpenuhi semua. Tahun kemarin itu afirmasi hanya 90. Jadi ada sekitar 48 afirmasi tahun kemarin itu mengisi di kuota domisili prestasi,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp