Olahraga

Sama-sama Kecewa Kinerja Wasit, PSIS Semarang dan Kendal Tornado FC Ajukan Protes

×

Sama-sama Kecewa Kinerja Wasit, PSIS Semarang dan Kendal Tornado FC Ajukan Protes

Sebarkan artikel ini
PSIS Tornado | Persipura Semarang
Laga PSIS Semarang kontra Persipura Jayapura, Sabtu, 20 September 2025 di Stadion Lukas Enembe. (Foto: Instagram/@persipurapapua1963)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kontroversi mewarnai pekan kedua Championship 2025/2026. Dua tim, PSIS Semarang dan Kendal Tornado FC, sama-sama kecewa terhadap kinerja wasit yang memimpin laga.

Pelatih PSIS Semarang, Kahudi Wahyu, mengkritik keputusan wasit Juandi Hidayatullah saat melawan Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe pada Sabtu, 20 September 2025 lalu.

Ia menyebut Juandi malah tak memberi kartu untuk bek Persipura, Artur Viera, setelah melanggar pemain PSIS, Amir Hamzah, pada menit kelima.

Imbas insiden tersebut, Amir mengalami luka pada pelipis kanan hingga harus bermain dengan perban. Ia pun menjalani perawatan tambahan berupa jahitan usai laga.

BACA JUGA: Keok dari Persipura 2-0, PSIS Semarang Masih Terbawah Klasemen di Bawah Kendal Tornado FC

“Kami menyayangkan keputusan wasit yang tidak memberi sanksi apa pun kepada pemain belakang Persipura,” ucap Kahudi, Senin, 22 September 2025.

Menurutnya, pelanggaran itu seharusnya berbuah kartu kuning atau merah. Kahudi menegaskan protes ini bukan dalih kekalahan timnya.

“Kami hanya ingin aturan berjalan supaya fair play terjaga. Dengan VAR seharusnya kualitas pertandingan meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen Kendal Tornado FC mengajukan protes keras usai laga melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri pada Minggu, 21 September 2025 lalu.

BACA JUGA: Beradu Sabtu Depan, PSIS Semarang dan Persipura Sama-Sama Belum Menang di Laga Pembuka

Gol Patrick Cruz untuk Kendal pada menit 40 awalnya disahkan wasit utama Louis Ridho Muhammad. Namun, dua menit kemudian wasit VAR, Yoko Suprianto, memanggilnya untuk meninjau ulang. Hasilnya, gol dianulir meski tayangan ulang tidak menunjukkan pelanggaran fatal.

“Wasit tidak memberi penjelasan, hanya memberi kode pembatalan gol,” kata Heri Sasongko, manajer Kendal Tornado FC.

Manajemen klub kemudian mengirim surat resmi ke Departemen Wasit PSSI. “Surat sudah kami kirim usai pertandingan,” tambahnya.

Heri menilai penggunaan VAR seharusnya mempermudah kinerja wasit, bukan justru merugikan tim. “Demi kemajuan sepak bola Indonesia, kami ajukan protes ini,” tegasnya. (*)