SEMARANG, beritajateng.tv – Jumlah peserta didik baru yang sedikit tak menyurutkan semangat SDN Purwoyoso 01 Semarang dalam menyambut tahun ajaran 2026/2027.
Meski hanya menerima tiga siswa baru, sekolah tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara meriah dengan mengusung tema sirkus.
Suasana ceria sudah terasa sejak pagi. Guru-guru bersama maskot badut berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut seluruh siswa yang datang, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Kehadiran badut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuat peserta didik baru lebih nyaman menjalani hari pertama sekolah.
Kepala SDN Purwoyoso 01 Semarang, Hajar Ristianni, mengatakan penyambutan meriah sengaja dilakukan agar anak-anak memiliki kesan positif saat memasuki lingkungan sekolah.
“Untuk hari pertama MPLS terawali dengan penyambutan peserta didik. Guru-guru bersama maskot badut berdiri di gerbang sekolah menyambut semua siswa, kemudian lanjut upacara pembukaan, sambutan kepala sekolah, dan pengalungan kokarde kepada peserta didik baru,” ujarnya pada Senin, 13 Juli 2026.
BACA JUGA: Unik! MPLS SDN Tugurejo 01 Semarang Sambut Murid Baru dengan Nuansa Piala Dunia, Ada Parade hingga Laga Mini
Tak hanya penyambutan, sekolah juga memberikan sejumlah perlengkapan secara gratis kepada siswa baru berupa topi, dasi, atribut kelas, dan tanda pengenal lokasi sekolah.
Menurut Hajar, bantuan tersebut akan dilengkapi dengan pembagian seragam batik dan seragam olahraga baru yang juga diberikan tanpa dipungut biaya.
“Peserta didik baru mendapatkan topi, dasi, atribut kelas, dan tanda lokasi sekolah. Ke depan kami juga akan memberikan seragam batik dan seragam olahraga secara gratis,” katanya.
Setelah prosesi pembukaan, peserta didik baru dikenalkan dengan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Mereka kemudian mengikuti permainan sederhana di dalam kelas untuk saling mengenal dengan teman-teman baru.
Rangkaian MPLS juga terisi dengan tur keliling sekolah untuk mengenalkan berbagai fasilitas penting, menyanyikan jingle MPLS, mewarnai gambar bertema lingkungan sekolah, hingga penyampaian berbagai pesan sebagai bekal memasuki jenjang sekolah dasar.





