SEMARANG, beritajateng.tv – Sambut World Clean Up Day (WCD) 2023, Trash Ranger Indonesia Semarang mengadakan kegiatan bersih-bersih di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) pada Kamis, 28 September 2023 pagi.
Sekitar 70 anak muda, baik dari Trash Ranger Indonesia, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang serta karang taruna Kelurahan Kemijen dan Kelurahan Tambakrejo berkumpul sejak pukul 07.00 WIB.
Dengan mengenakan sarung tangan dan bersenjatakan tongkat, mereka bahu-membahu membersihkan bantaran sungai yang penuh dengan sampah plastik.
Ketua Pelaksana Trash Ranger Indonesia Semarang, Trihatmo Jurnalis, mengungkapkan selain memperingati World Clean Up Day yang jatuh pada bulan September, acara bersih-bersih ini sekaligus untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda. Tak heran kebanyakan peserta yang ikut adalah anak muda.
“Untuk peserta dari Trash Ranger Indonesia Semarang sendiri, WCD Jawa Tengah, Lentera Unnes, Komunitas Back to Indonesia, mahasiswa Udinus, Undip, dan Karang Taruna, mayoritas memang anak muda,” katanya.
Lebih lanjut, Jurnal mengatakan pihaknya sengaja memilih bantaran Sungai BKT karena wilayah tersebut merupakan daerah hulu, sehingga banyak sampah yang kemudian bermuara di bantaran Sungai BKT.
“Yang pasti anak-anak muda perlu wadah bagi kita semua untuk ikut aksi lingkungan seperti ini. Jadi acara hari ini mewadahi mereka juga,” ucapnya.
Salah seorang peserta, There, mengaku sangat bersemangat memungut sampah di bantaran sungai meski baru pertama kali berpartisipasi dalam kegiatan semacam ini. Dalam kegiatan ini, There bahkan tidak bergabung dengan komunitas mana pun dan malahan inisiatif mandiri.
“Baru ini sih pertama, ternyata seru. Walau panas banget tapi senang aja ketemu teman-teman baru, bersihin lingkungan jadi semua tambah bersih,” ucap mahasiswa S-1 Teknik Lingkungan Undip itu.
World Clean Up Day: serentak di seluruh dunia, ribuan titik di Indonesia
Sementara itu, Septiany Punti Dewi, Sekretaris Jenderal WCD Indonesia, menjelaskan bahwa gerakan WCD pertama kali dilaksanakan di Estonia pada tahun 2004 lalu. Sedangkan gerakan WCD mulai merambah ke Indonesia pada tahun 2018
“WCD sekarang sudah ada di 196 negara. Untuk Indonesia ada ribuan titik. Tahun kemarin ada 8.500-an titik di seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Septiany yang juga Leader WCD Jateng itu.
BACA JUGA: Kolaborasi Pemkot Semarang dan Pandawara Group Bersih-bersih Pesisir Pantai Tambakrejo
Pihaknya berharap dengan kegiatan semacam ini lantas banyak orang yang terinspirasi untuk menjaga lingkungan mulai dari hal kecil. Seperti misalnya tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, dan lain sebagainya.
“Kita lihat banyak sampah itu sedotan dan styrofoam dari makanan take away. Ayolah dari anak muda mengurangi hal-hal seperti itu. Mulai pakai sedotan stainless, bawa wadah makan sendiri. Sebenernya itu bisa kok dilakukan anak muda,” ajaknya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





