Jateng

Sampah di Semarang Membludak Saat Lebaran, Tembus 1.090 Ton per Hari

×

Sampah di Semarang Membludak Saat Lebaran, Tembus 1.090 Ton per Hari

Sebarkan artikel ini
Sampah di Semarang Membludak Saat Lebaran, Tembus 1.090 Ton per Hari
Aktivitas di TPA Jatibarang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Volume sampah di Kota Semarang melonjak tajam selama periode libur Lebaran 2026. Dalam sehari, timbunan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang bahkan menembus angka 1.090 ton, jauh di atas kondisi normal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan bahwa peningkatan timbulan sampah sudah mulai terasa sejak beberapa hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

“Pada H-1 Lebaran, volume sampah memang cukup tinggi. Kami berupaya mengoptimalkan pengangkutan agar sampah di seluruh TPS bisa terangkut sebelum hari raya,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Data Dinas Lingkungan Hidup mencatat, selama periode 18 hingga 20 Maret 2026, volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang konsisten berada di atas 1.000 ton per hari. Kondisi ini menunjukkan tekanan besar pada sistem pengelolaan sampah saat momen Lebaran.

Namun, saat hari raya berlangsung, ritme pengangkutan sempat terganggu. Pada dua hari pertama Lebaran, sejumlah tempat penampungan sementara mengalami penumpukan sampah karena sebagian petugas mengambil waktu libur.

“Pada hari pertama dan kedua Lebaran memang terjadi penumpukan di beberapa TPS. Setelah itu, kami lakukan pengangkutan secara bertahap, terutama di lokasi yang sudah overload,” jelas Glory.

BACA JUGA: Program Mudik Minim Sampah, Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Terminal Mangkang Semarang

Tidak hanya soal volume, perilaku masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Glory menyebut masih banyak warga yang belum disiplin dalam membuang sampah sesuai tempat yang tersedia.

“Masih ada warga yang membawa sampah ke TPS, tetapi tidak langsung mereka masukkan ke dalam kontainer. Akibatnya, sampah justru menumpuk di luar dan membuat penanganannya lebih sulit,” katanya.

Proses pemulihan kondisi pasca Lebaran pun tidak bisa berjalan secara instan. Petugas harus bekerja ekstra membersihkan sampah yang tercecer sebelum diangkut ke truk dan di bawa ke TPA Jatibarang.

Setelah melewati puncak lonjakan, kondisi kini mulai berangsur normal. Volume sampah harian turun ke kisaran 900 ton, meskipun tetap lebih tinggi dari hari biasa.

Menurut Glory, peningkatan ini dipicu aktivitas rumah tangga selama Lebaran, terutama kegiatan memasak yang lebih intens karena kunjungan keluarga.

“Komposisi sampah di dominasi jenis organik. Ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas memasak selama Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, timbulan sampah dari fasilitas umum cenderung stabil. Kenaikan hanya terjadi di titik-titik dengan mobilitas tinggi seperti stasiun dan terminal.

Di Stasiun Semarang Tawang, misalnya, volume sampah meningkat seiring lonjakan jumlah penumpang selama arus mudik dan balik. Meski demikian, pengelolaan di kawasan tersebut tetap dalam pemantauan khusus untuk memastikan kebersihan tetap terjaga. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp