SEMARANG, beritajateng.tv – Sekitar 37 tempat pembuangan akhir (TPA) overload di Jawa Tengah. Data itu terungkap oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, saat dijumpai di kantornya, Jumat, 3 Januari 2025.
Widi mengungkap, TPA overload itu utamanya berada di kota-kota. Alasannya, kota tak punya cukup lahan seperti halnya kabupaten.
“Ada 37 TPA yang overload di Jawa Tengah. Terutama yang di wilayah perkotaan, misalnya Kota Tegal, Kota Pekalongan, itu perlu dukungan dari pemerintah,” ungkap Widi.
BACA JUGA: Imbau TPA se-Jateng Tak Lagi Open Dumping, DLHK Puji Banyumas: Sampah Beres di Tingkat Kecamatan
Tak hanya itu, Kota Magelang juga tak luput dari fokus DLHK Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025. Widi menyebut pihaknya tengah mengembangkan TPA regional di Kabupaten Magelang.
Adapun TPA regional yang berlokasi di Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang akan beroperasi untuk menangani kiriman sampah dari Kota dan Kabupaten Magelang.
“Ini sedang disiapkan, kami siapkan lahan 15 ha dan jalan akses. Kami berharap tahun 2025 dapat bantuan dari Kementerian PU. Tujuannya memang mengatasi sampah di TPA yang overload di Magelang,” jelas Widi.
TPA perkotaan overload, Kota buang sampah ke Kabupaten
Pengadaan TPA regional di Magelang itu, kata Widi, juga sebagai upaya untuk meningkatkan penganggaran di kabupaten/kota. Yakni, agar TPA bisa mengadopsi metode controlled landfill atau sanitary landfill.
“Setiap kali pengerukan, memang harus ada penambahan biaya, seperti tanah urug, perataan. Status pengadaan TPA di Magelang itu pengadaan tanah, nilainya sekitar Rp24 miliar untuk pembebasan lahan, belum lainnya,” jelas Widi.
Ia menargetkan, TPA regional di Gandusari, Magelang itu rampung di akhir 2025 dan siap beroperasi tahun 2026 mendatang.
“Selama ini, Kota Magelang buangnya [sampah] di Kabupaten Magelang. Yang kami dorong adalah di wilayah perkotaan yang gak punya lahan, solusinya dengan tempat pengolahan sampah, diolah ya bukan ditaruh begitu saja, [kalau tidak] lama-lama akan penuh. Kalau TPST regional Magelang bisa olah sampah 200 ton per hari karena besar,” papar Widi.
BACA JUGA: Heboh Warga Beri ‘Kado’ Sampah 2 Truk saat Ulang Tahun Bupati Pemalang
Selain TPA regional, Widi turut mendorong masyarakat untuk menangani sekaligus mengurangi sampah. Utamanya dengan memperbanyak keberadaan bank sampah dan kelompok swadaya masyarakat (KSM).
“Saat ini ada 358 bank sampah unit, kalau induk ada 26, pusat daur ulang ada 23, TPS 3r ada 363, rumah kompos ada 27, dan pengepul ada 1.023 di Jawa Tengah. Cukup banyak ya saya kira, tapi harus tambah terus,” jelas dia.
Ia menargetkan, pengurangan sampah di tahun 2025 bisa mencapai 30 persen.
“Harus tambah terus, target kami untuk pengurangan sampah 30 persen, akan menyesuaikan; sekarang masih 20 persen. Bank sampah harus tambah juga,” pungkas Widi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





