PEMALANG, beritajateng.tv – Viral sebuah video yang menunjukkan aksi warga Pemalang, Jawa Tengah, memberikan ‘kado’ sampah di depan Kantor Bupati Pemalang.
Video tersebut diunggah oleh salah satu pengguna X @anakdesaid pada Senin, 30 Desember 2024. Adapun isi dari rekaman ini menunjukkan dua truk sampah yang menerjunkan sampah di depan kantor Bupati Pemalang.
Pantauan beritajateng.tv, video itu telah mendapat views sebanyak 261.8 ribu dan 2,4 likes dari para pengguna X.
BACA JUGA: Video Viral Marriage is Scary di Tiktok, Akibat Trauma dan Ekspektasi Tinggi?
Rupanya, pemberian sampah tersebut merupakan aksi warga Pemalang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) memprotes Pemkab Pemalang menggelar aksi protes masalah sampah.
Koordinator aksi, Muliadi, mengatakan sampah itu dikirim karena sampah yang menumpuk di Pemalang. Penumpukan sampah ini terjadi sejak TPA Pesalakan tutup tahun lalu.
“Ini hadiah untuk Pemkab agar juga bisa merasakan bagaimana bau menyengat sampah yang sering dicium warganya karena sampah menumpuk,” kata Muliadi.
Sebelum beraksi, massa berkumpul di alun-alun Pemalang, kemudian bergerak bersama menuju Pendopo Kabupaten Pemalang. Mereka juga membentangkan bermacam spanduk bertuliskan tuntutan masyarakat.
Respons Bupati Pemalang
Mansur Hidayat selaku Bupati Pemalang kabarnya telah menemui peserta aksi di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pemalang.
Oleh Bupati, perwakilan dari peserta aksi demo kemudian di terima dan terlaksana audensi terkait penanganan sampah.
Usai audensi, Muliadi menjelaskan, aksi ini sebagai bentuk kepedulian warga pada kondisi Kabupaten Pemalang yang saat ini masuk dalam darurat sampah.
BACA JUGA: Optimalkan Susu Sapi Perah Boyolali, Kemenkop Bakal Fasilitasi Alat Pendingin dan Pabrik Pengolahan
Sampah itu, menurut Mulyadi, jadi kado buat Mansur Hidayat yang berulang tahun hari ini.
Massa pendemo yang ditemui oleh Bupati Pemalang Mansur Hidayat dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kemudian melakukan negosiasi. Setelah mendapat jawaban dari Bupati, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (*)





