JatengPeristiwa

Sampai Wilayah Kendal, 32 Biksu Thudong Berjalan Kaki Disambut Masyarakat

×

Sampai Wilayah Kendal, 32 Biksu Thudong Berjalan Kaki Disambut Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Biksu Thudong
Sampai Wilayah Kendal, 32 Biksu Thudong Berjalan Kaki dan Disambut Masyarakat di Wilayah Kendal. (Steve Arie/beritajateng.tv)

KENDAL, beritajateng.tv – Masyarakat tumpah ruah di jalan utama Weleri, Kendal, untuk melihat rombongan Bante atau Biksu Thudong. Yang berjalan kaki menuju Candi Borobudur, Magelang dan melintasi wilayah Weleri, Sabtu (27/5/2023).

Warga juga nampak berjajar di pinggir jalan dari batas kota hingga jalan utama Weleri. Terpantau mereka menyambut Biksu Thudong dengan memberikan minuman dan hasil bumi.

“Ya merasa penasaran saja dengan aksi para biksu. Kenapa mereka bisa kuat berjalan kaki puluhan ribu kilometer,” ungkap Sujarwo warga Weleri.

Rombongan Biksu Thudong yang berjumlah 32, berasal dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Rencananya melaksanakan Waisak 2023 atau 25667 BE pada tanggal 2 Juni mendatang.

Dengan di kawal mobil patroli Polres Kendal dan ambulans, rombongan biksu ini beristirahat sejenak di aula kecamatan Weleri. Melakukan doa bersama sejumlah umat Budha yang menunggu kedatangan di aula Kecamatan Weleri.

Nampak Wakapolres Kendal, Kompol Edy Sutrisno dan Kapolsek Weleri AKP Ruslan ikut berjalan kaki untuk mengawal para Biksu Thudong.

Salah seorang biksu yang berasal dari Indonesia, Prabu, menjelaskan, thudong artinya jalan kaki, yang dilakukan para bante/biksu dalam rangka perjalanan ritual. Ia mewakili para biksu, juga mengapresi atas penyambutan yang ramah dari masyarakat Indonesia yang di lalui.

Menurutnya, thudong di rintis sejak 2019, dan Prabi mengaku belajar melayani bante hingga ke negeri Thailand.

“Terima kasih atas sambutan masyarakat Kendal dan kita akan melanjutkan perjalanan ke Magelang ke Candi Borobudur,” ujarnya.

Biksu Thudong Apresiasi Keramahan Warga Kendal

“Masyarakat Kecamatan Weleri Kendal sangat hebat, dan kami bangga atas sambutannya. Kemudian para bante atau biksu, akan menyampaikan ke negaranya bahwa warga Kendal sangat ramah. Karena ini sejarah pertama kali para bante atau biksu melintas di wilayah Indonesia,” imbuh Prabu.

Ia juga mengungkapkan, selama perjalanan di jalur Pantura, para biksu lebih merasakan kebahagiaan dari pada kesedihan. Apalagi masyarakat menyambut mereka di pinggir jalan.

“Melihat penyambutan yang luar biasa, kami apresiasi atas tingginya toleransi masyarakat. Khususnya di Weleri,” ungkap Prabu.

Saat mengunjungi pendopo Kecamatan Weleri, para Biksu Thudong di sambut Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo beserta jajaran Forkompimcam dan masyarakat di Kecamatan Weleri.

“Selamat datang kepada para Biksu di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Baik Biksu asal Indonesia, dari Malaysia dan juga dari Thailand, selamat menikmati sambutan dari masyarakat kami. Semoga perjalanan menuju Candi Borobudur aman dan lancar. Itu doa dari kami,” ujar Camat Weleri.

Selanjutnya, 32 biksu kembali melanjutkan perjalanan dan akan singgah di kantor PCNU Kendal dan bermalam di Gereja Santo Antonius Padua Kendal. Keesokan harinya rombongan akan lanjut berjalan kaki lagi menuju Kota Semarang. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp