BLORA. beritajateng.tv – Satuan tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Blora, melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) melakukan rutinitas Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satunya di SPPG Bradag Ngawen, Kecamatan Ngawen, Rabu, 30 September 2026. Dua Petugas dari Puskesmas Ngawen mulai menyusuri ruang demi ruang yang ada di SPPG tersebut.
Froulien Nimah Kusnadhi, salah satu petugas Kesehatan dari Puskesmas Ngawen, mengatakan, terdapat banyak perubahan.
Hal itu, kata dia, mengikuti aturan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ssetiap sudut ruang diwajibkan ada alat pengukur suhu.
BACA JUGA: Menu MBG yang Anda Terima Jelek? Lapor Saja ke Aplikasi Jaga Dapur MBG
Selain itu di setiap dapur harus memiliki ruang pendingin plus alat pendingin makanan yang akan di sajikan ke penerima manfaat.
Selain itu tim juga mengecek sumber air yang pegawai SPPG gunakan. Ada beberapa hal temuan dalam pengecekan tersebut.
“Di sini kan sulit sumber airnya, mereka setiap hari membeli satu-dua tangki air bersih untuk cuci ompreng,” kata Froulien Nimah Kusnadhi.
BACA JUGA: Korban Keracunan MBG di Jawa Tengah Tembus 13 Ribu dalam Sebulan, Satgas Daerah Kini Bisa Inspeksi SPPG
Dia mengatakan, SPPG memasak memakai air isi galon isi ulang. Ada pengecekan sumber yang tim lakukan.
“Untuk air galon isi ulang kalau untuk memasak masih standar. Kami juga selalu cek rutin pengusaha isi ulang,” katanya.
Lebih lanjut, Froulien Nimah Kusnadhi bilang, IKL tersebut, sesuai arahan Satgas BGN. Di mana harus 13 kali dalam setahun lakukan.
“Rutinitas ini untuk memastikan makanan yang penerima mafaat dapatkan benar benar higienis,” katanya.
BACA JUGA: Usai 216 Siswa Keracunan MBG, SPPG Sukorejo 2 Blora Akhirnya Ditutup Permanen
Selain itu kegiatan IKL tersebut, ucap dia, untuk memastikan seluruh kegiatan di SPPG bersih dan sehat.
Kepastiannya terkait lingkungannya, ruang penyimpanan bahan makanan cara memasak, cara mencuci peralatan, persiapaa, penyajian sampai ke penyaluran harus bersih dan sehat.
“Harapnnya IKL ini bisa meminimalisir terjadinya kontaminasi bahan makanan dari luar yang bisa menyebabkan keracunan,” kata Froulien Nimah Kusnadhi. (*)
Editor: Diaz A Abidin





