Karena itu, kami intervensi keduanya sekaligus. Alhamdulillah, angkanya terus menunjukkan perbaikan,” jelas Agustina.
Semarang Makin Terlindungi: Hampir Semua Warga Punya Jaminan Kesehatan
Salah satu pencapaian paling membanggakan di bidang kesehatan adalah perluasan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) .
Artinya, makin banyak warga kota Semarang yang terlindungi jaminan kesehatan.
Tahun 2024 lalu, peserta UHC tercatat sebanyak 98.261 orang. Kini di tahun 2025, jumlahnya melonjak drastis menjadi 228.859 peserta.
Dalam setahun, bertambah 130.598 warga yang kini punya akses layanan kesehatan tanpa pusing memikirkan biaya.
Ini bukan sekadar angka. Ini artinya, ketika ada warga yang sakit, mereka bisa berobat dengan tenang. Ketika ada ibu yang hendak melahirkan, ia tidak perlu khawatir soal tagihan rumah sakit.
“Saya sering mendengar cerita warga yang dulu takut ke puskesmas atau rumah sakit karena mikir biaya. Sekarang, dengan UHC yang meluas, mereka bisa datang dengan tenang. Itu kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambah Agustina.
Stunting Jadi Prioritas: Anak Semarang Harus Tumbuh Kuat
Pemerintah kota serius menangani masalah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak. Berbagai program menyasar mulai dari remaja, ibu hamil, hingga balita. Semuanya bertujuan agar generasi muda Semarang tumbuh sehat dan kuat.
Daycare Rumah Pelita hadir untuk mendampingi tumbuh kembang balita. Sasaran program ini mencapai 160 balita. Sementara itu, program Week Care menyasar 105 orang, yang terdiri dari 30 remaja, 30 ibu hamil, dan 45 balita, tersebar di 3 puskesmas.
Pemberian tablet tambah darah juga gencar untuk mencegah anemia yang bisa menghambat pertumbuhan.
Sasaran remaja putri mencapai 78.612 orang, ibu hamil 18.293 orang, dan calon pengantin (catin) sebanyak 261 orang.
Anemia pada remaja dan ibu hamil bisa berakibat buruk pada bayi yang dilahirkan, sehingga intervensi ini sangat penting.





