SEMARANG, beritajateng.tv – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama wakilnya, Iswar Aminuddin, pembangunan kesehatan mengalami lompatan besar.
Bukan cuma urusan infrastruktur, tapi lebih dari itu: warga Semarang kini makin terlindungi, anak-anak tumbuh sehat, angka kemiskinan terus turun, dan tidak ada lagi ibu hamil yang kebingungan mencari layanan kesehatan.
Program unggulan “Semarang Sehat” menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang tangguh. Sehat tidak hanya diartikan tidak sakit, tapi juga soal gizi yang cukup, lingkungan yang mendukung, ekonomi yang membaik, dan jaminan akses kesehatan untuk semua warga tanpa terkecuali.
BACA JUGA: Dana Operasional RT 2026 Cair Sebelum Lebaran? Ini Penjelasan Wali Kota Semarang
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dan itu dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat. Semarang Sehat adalah wujud hadirnya pemerintah untuk melindungi warganya,” ujar Agustina Wilujeng.
Ksejahteraan Warga Meningkat, Angka Kemiskinan Terus Turun
Upaya pembangunan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari upaya pengentasan kemiskinan.
Data menunjukkan, angka kemiskinan di Kota Semarang konsisten turun dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2020, angka kemiskinan masih di angka 11,84 persen. Kini di tahun 2025, di perkirakan tinggal 9,36 persen.
Tren penurunannya sangat konsisten: 11,25 persen (2021), 10,98 persen (2022), 10,77 persen (2023), 10,19 persen (2024), 9,71 persen, dan kini 9,36 persen di tahun 2025.
Ini artinya, semakin sedikit warga Semarang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka yang dulunya kesulitan mengakses layanan kesehatan karena terbentur biaya, kini mulai bisa bernapas lega.
Program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan jaminan kesehatan berjalan beriringan.
Ketika warga sehat, mereka bisa bekerja produktif. Ketika ekonomi membaik, mereka bisa hidup lebih layak.
“Kemiskinan dan kesehatan itu terkait erat. Warga miskin rentan sakit, dan warga sakit bisa jatuh miskin.





