SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Sudewo mendadak menjadi sorotan nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Pati tersebut melalui operasi tangkap tangan.
Publik kemudian menelusuri rekam jejak Sudewo sebagai kepala daerah yang kerap memicu polemik. Berbagai kebijakan dan pernyataannya selama menjabat Bupati Pati menuai kritik luas dari masyarakat.
Sudewo lahir di Pati pada 11 Oktober 1968. Ia tumbuh sebagai putra daerah yang menempuh pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Pati.
Pendidikan tinggi ia jalani pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret. Ia kemudian melanjutkan studi magister Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro.
Karier profesional Sudewo bermula pada sektor konstruksi. Ia bekerja sebagai karyawan PT Jaya Construction pada periode 1993 hingga 1994.
BACA JUGA: Resmi Tersangka, Bupati Pati Sudewo Bantah Terlibat Kasus Jual-Beli Jabatan: Saya Ini Dikorbankan
Setelah itu, ia mengikuti seleksi CPNS dan bergabung sebagai aparatur sipil negara di Kanwil Pekerjaan Umum Jawa Timur. Ia kemudian bertugas pada Dinas PU Kabupaten Karanganyar sambil menjalankan usaha konstruksi.
Ketertarikan Sudewo terhadap politik menguat saat ia maju sebagai anggota DPR RI. Ia terpilih melalui Partai Demokrat pada periode 2009 hingga 2013. Pada periode berikutnya, ia berpindah ke Partai Gerindra dan kembali duduk di DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah III pada periode 2019 hingga 2024.
Pilihan politik tersebut mengantarkan Sudewo maju pada Pilkada Pati 2024. Ia memenangkan kontestasi bersama pasangannya, Risma Ardhi Chandra. Pelantikan Sudewo sebagai Bupati Pati berlangsung pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.
Tuntutan Pemakzulan Bupati Pati Sudewo
Namun, masa kepemimpinan Sudewo berjalan penuh gejolak. Pada pertengahan Agustus 2025, ribuan warga Pati turun ke jalan. Aksi tersebut menuntut Sudewo mundur dari jabatannya. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menilai kebijakan Sudewo merugikan rakyat kecil.





