Gaya Hidup

Sedang Tayang di Bioskop! Berikut Review Film Ghost In The Cell 2026

×

Sedang Tayang di Bioskop! Berikut Review Film Ghost In The Cell 2026

Sebarkan artikel ini
Belum Tayang di Indonesia, Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sudah Diborong 86 Negara
Belum Tayang di Indonesia, Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sudah Diborong 86 Negara.

SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa nih yang sudah nonton film bioskop berjudul Ghost in the cell 2026? salah satu film yang paling banyak ditunggu.

Film tersebut menghadirkan cerita horor bercampur komedi serta satire sosial dalam satu wadah. Menariknya, film ini tayang di ajang bergengsi membuat nama Joko Anwar kembali naik daun.

Bagi kamu yang tertarik buat nonton film tersebut, simak terlebih dahulu informasi seputar reviewnya berikut.

BACA JUGA: Daftar 6 Film Bioskop Terbaru Tayang April 2026, Bergenre Horor

Review Film Ghost In The Cell

Di tengah banyaknya karakter, film ini terasa hidup berkat akting para pemainnya. Anggoro (Abimana) hadir sebagai pusat emosi yang menjaga arah cerita tetap jelas.

Mengingat film ini memadukan horor, komedi, dan aksi, Abi mampu menampilkan kemampuannya di ketiga aspek tersebut dengan baik berpindah mulus dari adegan pukulan keras ke momen tarian canggung di tengah pertarungan.

Ia juga berhasil menggambarkan bagaimana kebingungan Anggoro sebagai sosok yang berusaha berbuat benar di tengah sistem yang korup, sekaligus perjuangannya menjaga nilai moralnya.

Sementara itu, Bront Palarae sebagai Kepala Sipir Jefry tampil sebagai antagonis yang kuat dan mengintimidasi, merepresentasikan korupsi dan kekejaman dalam sistem yang tidak manusiawi.

Namun, film ini juga penuh dengan momen mencuri perhatian, Aming layak mendapat apresiasi atas energi nyentrik yang menyegarkan di paruh awal. Sementara pendatang baru Magistus Miftah bersinar di bagian tengah lewat adegan tarian yang sempurna.

Interaksi antar karakter terasa alami, seakan mereka benar-benar hidup dalam sistem yang sama-sama menekan. Di situlah letak kekuatan film ini membuat penonton peduli pada para karakternya, meskipun mereka memiliki masa lalu dengan pilihan moral yang tidak sepenuhnya benar.