SEMARANG, beritajateng.tv – Semangkok es dawet yang menyegarkan nampaknya cocok menemani panasnya cuaca di Kota Semarang. Tak jauh dari pusat kota, terdapat pedagang es dawet durian yang sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Ialah es dawet durian Pak Dono. Minuman segar ini merupakan jajanan kaki lima yang telah lama berjualan di Taman Erlangga, Pleburan, Semarang Selatan.
Satu porsi es dawet durian berisi dawet, santan beberapa potong buah segar seperti alpukat dan nangka, serta gula merah sebagai pemanisnya. Sedangkan tiga biji durian dan es batu diletakkan terakhir, membuat minuman ini terlihat sangat menggiurkan.
Intan Qudstia, salah satu pelanggan mengaku cocok dengan produk es Pak Dono ini. Bersama sang ayah, ia bahkan sudah berlangganan sejak tahun 2005 silam.
“Dulu pas kuliah sering banget mampir beli ini. Tekstur dawetnya enak, buah duriannya juga manis. Rasanya juga segar cocok untuk Semarang yang panas. Recommended,” ungkap Intan yang merupakan alumni Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Biasanya menu yang Intan sering pesan adalah es dawet durian komplit. Menurut perempuan asal Banyumanik ini, minuman ini bisa menjadi pilihan lain bagi pecinta durian, termasuk dirinya.
BACA JUGA:Jadi Langganan Menteri Basuki hingga Mbak Ita, Ini Rahasia Tahu Pong Gajah Mada Semarang Sejak 1955
“Tiap ke sini pasti beli yang durian, karena itu yang saya suka. Kalau dawet kan biasa, kalo dawet durian itu jarang,” ucapnya.
Menggunakan Buah Durian Segar dan Manis
Sementara itu, Tri, pengelola es dawet durian Pak Dono menjelaskan warungnya menggunakan buah durian segar. Tiap harinya, kata Tri, petani durian datang langsung untuk mengirim durian di tempatnya.
Tri sendiri merupakan keponakan Pak Dono, sang pemilik. Tri mengatakan bahwa Pak Dono sebenarnya masih sering berjualan secara langsung. Hanya saja, keduanya sering berganti-gantian dalam menjaga warung.
“Ini duriannya fresh, kalau sekarang duriannya dari daerah Jawa Timur, jadi bukan durian kupas,” jelas Tri kepada beritajateng.tv, Jumat 8 September 2023.
Lebih lanjut, Tri menjelaskan yang menjadi ciri khas dari produk es Pak Dono ini adalah dawet yang berwarna putih. Menurutnya, pengunjung lebih menyukai dawet putih karena lebih alami.
“Yang jadi ciri khas dawet kita buat putih, ini lebih alami. Jadi tiap hari bikin dawet, pakainya pati dicampur air panas, terus dicetak menggunakan cetakan batok,” jelasnya.
Lokasi warung ini sangat mudah ditemukan. Pengunjung cukup melintasi Simpang Lima Semarang dan menuju arah belakang Ciputra Mall. Warung es dawet durian Pak Dono berada di pinggir jalan raya tepatnya di area foodcourt Taman Erlangga.
Untuk menikmati sensasi es ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 25 ribu saja. Sedangkan untuk satu porsi es dawet tanpa durian dibandrol dengan harga Rp 15 ribu. Gerobak minuman ini buka setiap hari, dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.(*)
Editor: Farah Nazila





