BLORA, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan pentingnya standar sanitasi dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), setelah sejumlah dapur dihentikan sementara karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengatakan penutupan sementara tersebut sebagai langkah tegas agar seluruh pengelola dapur memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Saya harus bertindak tegas, ada dapur yang kami tutup sementara karena belum memiliki IPAL. Namun setelah itu mereka langsung berupaya melengkapi,” ujarnya saat meresmikan SPPG Polres 03, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan IPAL menjadi syarat utama untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekaligus menjaga kualitas layanan bagi penerima manfaat.
BACA JUGA: Kepala Daerah Wajib Terlibat, BGN: Jangan Sampai Pemda Tak Tahu Ada Pembangunan Dapur MBG
Sri Setyorini juga mengungkapkan, beberapa pengelola dapur yang sempat di hentikan kini mulai berbenah, bahkan ada yang berinisiatif mencontoh sistem IPAL milik SPPG Polres Blora.
Di sisi lain, ia mendorong agar pengembangan dapur SPPG tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil yang belum tersentuh layanan pemenuhan gizi.
Sementara itu, Kapolres Blora, Wawan Andi Susanto, menyatakan dapur SPPG Polres 03 yang baru resmi telah memenuhi standar, termasuk dari sisi sanitasi dan pengolahan limbah.
Ia menegaskan pihaknya juga melibatkan tim kesehatan untuk memastikan kualitas makanan yang tersalurkan aman dan layak konsumsi.
“Kami memiliki tim Dokkes yang selalu mengontrol menu sebelum didistribusikan. Kami juga terbuka terhadap masukan untuk perbaikan layanan,” jelasnya.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif MBG
SPPG Polres 03 yang berlokasi di Kelurahan Karangjati, Blora, targetnya melayani sekitar 1.070 penerima manfaat. Dengan tambahan ini, total dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Blora kini mencapai 86 unit.
Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan terus pihaknya perketat agar seluruh dapur memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





