Jateng

Sejumlah Wilayah Mulai Krisis Air Bersih, Pemkab Semarang Buka Akses Bantuan

×

Sejumlah Wilayah Mulai Krisis Air Bersih, Pemkab Semarang Buka Akses Bantuan

Sebarkan artikel ini
ngesti nugraha
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha saat membeeikan keterangan terkait antisipasi dampak musim kemarau, di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Rabu, 24 Juni 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menyiapkan anggaran dan skema bantuan air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan sejumlah wilayah.

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui pos Belanja Tak Terduga (BTT). Serta dukungan program bantuan air bersih yang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang kelola.

“Apabila ada dusun atau desa yang mengalami kekurangan air bersih, bisa mengajukan bantuan kepada BPBD Kabupaten Semarang,” ujar Ngesti Nugraha di Gedung DPRD Kabupaten Semarang, Rabu, 24 Juni 2026.

Selain dari BPBD, penanganan krisis air bersih juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang yang selama ini rutin membantu masyarakat terdampak kekeringan.

Bupati menjelaskan, terdapat sejumlah wilayah yang setiap tahun menjadi langganan kekurangan air bersih saat musim kemarau. Di Kecamatan Bancak misalnya, Desa Plumutan, Kalikayen, dan Mluweh termasuk daerah yang cukup rawan. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih jadi Masalah Utama Kemiskinan Jateng, Pemprov: Ada Puluhan Ribu KK Terdampak

Selain itu, beberapa wilayah di Kecamatan Bringin, Suruh, Tuntang, Pringapus, Pabelan, dan Susukan juga kerap membutuhkan bantuan distribusi air bersih saat kemarau berlangsung.

“Wilayah-wilayah tersebut hampir setiap tahun mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD. Hal ini karena wilayah itu mengalami penurunan ketersediaan sumber air saat musim kemarau,” jelasnya.

Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Getasan yang berada di lereng Gunung Merbabu. Meski memiliki sejumlah sumber mata air, beberapa desa tetap mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau tiba.

Di Desa Batur misalnya, debit salah satu sumber mata air utama dapat turun hingga 60 persen saat kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan seluruh warga.