Sementara itu, Direktur Semarang Zoo Choirul Awaludin menjelaskan, jika pihaknya menegaskan tidak pernah melakukan eksploitasi. Bahkan animal show yang dimiliki Semarang Zoo, dilatih dengan metode reward pakan.
“Pelatihan satwa kita lakukan secara humanis, kalau naik gajah kita tidak pernah lakukan. Hanya ada mengalungi bunga termasuk foto dengan binatang. Kalau dulu, kita nggak tahu,” ucapnya.
Dari sisi pengembangan kandang, pembangunan yang dilakukan di Semarang Zoo dilakukan lebih layak. Konsepnya pun kandang tertutup namun bisa dilihat langsung secara bebas oleh pengunjung.
“Kita akan berkomunikasi dengan LK lain untuk mengganti gajah, memang agak sulit tapi kita usahakan,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





