SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno, mendukung pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) soal buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) bisa bekerja kembali dalam dua minggu ke depan.
Meskipun Sumarno mengaku pihaknya belum tahu soal informasi itu, namun ia berharap pabrik PT Sritex bisa beroperasi kembali.
“Kalau harapan kami pabriknya bisa dioperasionalkan juga, harapannya ya semuanya kembali lagi. Semua harus kembali lagi,” ungkap Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu, 5 Maret 2025 sore.
Pada pemberitaan sebelumnya, PT Sritex akan mendapat investor baru dan bisa beroperasi dua minggu mendatang. Kurator pun memastikan sejumlah investor telah menyatakan siap untuk menyewa alat-alat berat milik PT Sritex.
BACA JUGA: Daftar Perusahaan di Jateng yang Buka Loker Besar-besaran untuk Pegawai Sritex, Ada 10 Ribu Lebih Posisi
Menanggapi hal itu, Sumarno merespons baik langkah pemerintah pusat dalam menyelamatkan PT Sritex.
“Informasi dari pemerintah pusat kemarin tentu saja itu kita syukuri ya. Nanti kalau itu memang aset-aset dari PT Sritex akan disewa oleh investor sehingga beroperasi lagi dan teman-teman kita yang yang kena PHK agar bisa dipekerjakan kembali,” sambung Sumarno.
Namun, tegas Sumarno, posisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya bisa menyokong dan memberikan support pada PT Sritex.
Tak hanya itu, Sumarno pun mengaku tetap siaga untuk menyiapkan lowongan kerja (loker) bagi 10 ribu lebih pekerja terdampak.
“Tentu saja langkah yang harus kita lakukan adalah memastikan hak teman-teman kita, kaitannya dengan Jaminan Hari Tua, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, itu bisa diberikan sebelum lebaran. Dan kita juga memastikan nanti keberlanjutan kaitannya dengan BPJS Kesehatan dan sebagainya,” pungkas Sumarno.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, menyatakan mantah buruh PT Sritex bisa bekerja kembali dalam dua minggu ke depan. Sementara itu, pihak kurator PT Sritex, mengatakan pihaknya sedang membuka lelang untuk penyewaan aset perusahaan tersebut. Ada beberapa investor yang di sebut sudah berkomunikasi.





