Walau dengan banyaknya keterbatasan, namun semangat Dwi Nandang untuk belajar tetap membara. Setiap pagi, lanjut Aiptu Indra Agung, siswa kelas X itu berangkat pukul 05.00 WIB dan pulang pukul 16.00 WIB.
Kepala SMK PGRI Blora, Suwiknyo, mengatakan, Dwi Nandang adalah anak yatim yang tinggal bersama ibu dan seorang adiknya yang masih duduk di bangku SMP kelas VII. Sedangkan, ibunya bekerja sebagai buruh tani.
“Dwi Nandang seorang siswa yang rajin, dia punya cara sendiri agar tidak terlambat ke sekolah,” terang Suwiknyo.
Di sekolah, terang Suwiknyo, ia tak pernah mengeluh dan terlambat sekolah, kecuali bila hujan turun.
“Kecuali kalau hujan, dia tak pernah terlambat sekolah, Dia tak pernah mengeluh, baginya mengubah nasib melalui pendidikan menjadi cita-cita utama yang ia impikan,” pungkas Suwiknyo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





