Pendidikan

Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang Siap Tampung Siswa dari Salatiga dan Solo

×

Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang Siap Tampung Siswa dari Salatiga dan Solo

Sebarkan artikel ini
Bansos Semarang | Kepala Dinsos Kabupaten Semarang, Istichomah. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang, Istichomah. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv – Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang diproyeksikan tidak hanya menampung peserta didik dari keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Semarang saja.

Program pendidikan berasrama gratis tersebut juga akan menerima peserta didik dari daerah lain yang belum memiliki fasilitas Sekolah Rakyat sendiri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah mengungkapkan, siswa dari Kota Salatiga dipastikan akan bergabung di Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang.

“Informasinya, yang sudah pasti itu peserta didik Kota Salatiga,” ungkapnya di Ungaran, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurut Istichomah, Kota Salatiga belum memiliki lahan yang memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat. Karena itu, siswa dari kota tersebut akan di arahkan ke lokasi terdekat, yakni di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

BACA JUGA: PGRI Jateng Sebut Penghapusan Guru Non-ASN Ancam 17 Ribu Orang, Sekolah Bisa Kekurangan Pengajar

Lokasi Sekolah Rakyat yang berada di Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran ternilai strategis karena jaraknya relatif dekat dengan wilayah Kota Salatiga.

“Di Kota Salatiga juga sudah tidak ada lahan lebih dari 5,5 hektare, sehingga peserta didiknya akan ikut di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Selain dari Salatiga, siswa asal Kota Surakarta atau Solo juga di sebut bakal ikut bergabung di Sekolah Rakyat Kabupaten Semarang.

Hal itu karena sejumlah daerah belum mampu menyediakan lahan sesuai ketentuan pembangunan Sekolah Rakyat yang pemerintah pusat tetapkan.

BACA JUGA: 166 Sekolah Rakyat Beroperasi di 2025, Mensos dan Menteri PANRB Pastikan Program Efektif

Untuk pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah daerah wajib menyediakan lahan minimal 5,5 hektare berikut fasilitas pendukung lainnya.

Tak hanya luas, kondisi lahan juga harus benar-benar rata dan tidak berada di area berkontur atau memiliki kemiringan tertentu.

“Kalau daerah tidak bisa menyediakan lahan sesuai syarat, maka siswanya akan di tampung di Sekolah Rakyat daerah terdekat,” tandas Istichomah. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp